Coba Masuk ke Suriah, Turki Tahan 16 Orang Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati perang yang terjadi antara Kurdi dan ISIS di kota Kobane, Suriah, 10 Oktober 2014. Mereka mengawasi atas bukit di Suruc, Sanliurfa, Turki. Omer Urer/Anadolu Agency/Getty Images

    Warga mengamati perang yang terjadi antara Kurdi dan ISIS di kota Kobane, Suriah, 10 Oktober 2014. Mereka mengawasi atas bukit di Suruc, Sanliurfa, Turki. Omer Urer/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Ankara - Pemerintah Turki menahan 16 warga Indonesia dari tiga keluarga yang mencoba menyeberang ke Suriah. Menurut Tanju Bilgic, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, rute yang mereka gunakan sering digunakan oleh simpatisan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    "Mereka kini ditahan di sebuah pusat penampungan," kata Bilgic. Menurutnya, Kedutaan Besar RI di Ankara telah diberi tahu perihal ini dan telah melakukan kontak dengan mereka.

    Menurutnya, KBRI sejauh ini tidak melakukan permintaan formal terkait dengan penangkapan dan penahanan mereka. Kementerian Luar Negeri Turki juga tak memberi rincian tentang alasan penahanan mereka.

    Belum dipastikan apakah ke-16 orang ini adalah mereka yang sebelumnya dilaporkan 'hilang' di Turki. Mereka meninggalkan Indonesia dengan mengikuti paket perjalanan wisata, namun sesampainya di Turki memisahkan diri dari rombongan.

    Ribuan orang asing dari 80 negara lebih, termasuk Inggris, bagian lain Eropa, Cina, dan Amerika Serikat, telah bergabung dengan ISIS dan kelompok-kelompok radikal di Suriah dan Irak. Turki kerap digunakan mereka sebagai pintu untuk memasuki dua negara berkonflik itu.

    Turki mengatakan perlu lebih banyak informasi dari badan-badan intelijen asing untuk mencegat mereka. Mereka menunjuk kasus tiga siswi London yang melarikan diri dari Inggris, untuk bergabung dengan ISIS bulan lalu.

    REUTERS | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?