AS Nyatakan Venezuela Sebagai Ancaman Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama dikritik karena mengenakan setelan jas berwarna tan yang mirip sales mobil saat berpidato di Gedung Putih, 28 Agustus 2014. AP/Evan Vucc

    Presiden Barack Obama dikritik karena mengenakan setelan jas berwarna tan yang mirip sales mobil saat berpidato di Gedung Putih, 28 Agustus 2014. AP/Evan Vucc

    TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat, Senin, 9 Maret 2015 menyatakan Venezuela sebagai ancaman keamanan nasional dan memerintahkan pemberian sanksi terhadap tujuh pejabat dari negara kaya minyak itu. Perkembangan terbaru ini merupakan insiden hubungan diplomatik terburuk dua negara sejak presiden sosialis Nicolas Maduro menjabat pada 2013.

    Pernyataan ini dikeluarkan oleh Presiden AS Barack Obama melalui perintah eksekutif. Ketegangan antara Washington dan Karacas ini terjadi justru saat hubungan AS dengan Kuba mulai dinormalisasi. Kuba adalah musuh lama AS di Amerika di Amerika Latin dan sekutu kunci Venezuela.

    Menurut pejabat AS, menyatakan sebuah negara sebagai ancaman bagi keamanan nasional adalah langkah pertama dalam memulai program sanksi. Proses yang sama sebelumnya dilakukan terhadap negara-negara seperti Iran dan Suriah.

    Pejabat Gedung Putih mengatakan urutan pejabat yang menjadi target adalah orang yang tindakannya merusak proses atau lembaga-lembaga demokratis, yang melakukan tindakan kekerasan atau pelecehan hak asasi manusia, terlibat dalam melarang atau menghukum kebebasan berekspresi, atau pejabat pemerintah yang terlibat korupsi.

    "Para pejabat Venezuela masa lalu dan sekarang yang melanggar hak asasi warga negara Venezuela dan terlibat dalam tindakan korupsi publik tidak akan diterima di sini, dan kami sekarang memiliki alat untuk memblokir aset mereka dan penggunaannya dalam sistem keuangan AS," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest dalam sebuah pernyataan.

    "Kami sangat prihatin dengan upaya pemerintah Venezuela untuk meningkatkan intimidasi terhadap lawan-lawan politiknya. Masalah Venezuela tidak bisa diselesaikan dengan mengkriminalisasi perbedaan pendapat," kata Earnest.

    Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan kepada wartawan bahwa Karacas akan merespon langkah AS ini dan kemudian mencuit di Twitter bahwa Venezuela akan memanggil kuasa usahanya di Washington untuk konsultasi.

    Kedua negara tidak memiliki perwakilan diplomatik penuh sejak tahun 2008 setelah mendiang pemimpin sosialis Venezuela Hugo Chavez mengusir diplomat AS Patrick Duddy. Washington pada saat itu menanggapinya dengan mengusir utusan Venezuela dari AS, Bernardo Alvarez.

    Daftar individu yang terkena sanksi meliputi Gustavo Gonzalez, kepala dinas intelijen negara Sebin; Manuel Perez, direktur polisi nasional; dan Justo Noguero, mantan komandan Garda Nasional yang sekarang menjalankan perusahaan pertambangan negara CVG. Empat orang lainnya adalah perwira militer dan satu jaksa.

    Orang-orang itu, jika memiliki properti di Amerika Serikat, akan diblokir atau dibekukan. Mereka juga akan ditolak masuk ke Amerika Serikat. Warga Amerika Serikat juga dilarang melakukan bisnis dengan mereka.

    EURONEWS | ABDUL MANAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.