Ups! Wanita Dilarang Kerja Malam, Preman Jadi Tentara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Perang/Konflik. telegraph.co.uk

    Ilustrasi Perang/Konflik. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak peristiwa terjadi pada 10 Maret di seluruh dunia. Di Prancis, demi memenangi peperangan, pemerintah merekrut preman dan pengemis untuk menjadi tentara. Di New York, Undang-Undang yang melarang wanita bekerja pada malam hari disahkan. Berikut peristiwa-peristiwa itu:

    49 SM: Julius Caesar menyeberangi Rubicon dan menginvasi Italia.

    1629: Raja Inggris Charles I membubarkan parlemen dan membentuknya kembali 11 tahun kemudian.

    1806: Belanda menyerah kepada Inggris di Cape Town, Afrika Selatan.

    1831: Legiun asing Prancis dibentuk Raja Louis-Philippe untuk mendukung perangnya di Aljazair. Berturut-turut detasemen itu ikut pasukan Prancis di Perang Krimea di Italia dan Perang Meksiko. Uniknya, legiun ini menampung pengemis, preman, dan imigran gelap lewat seleksi. Dalam periode awal, mereka cuma diberi pelatihan dasar keprajuritan, seragam, dan makanan seadanya.

    1924: Mahkamah Agung Amerika Serikat mengesahkan undang-undang negara bagian New York yang melarang perempuan bekerja di malam hari.

    1927: Prusia mencabut larangan bagi Adolf Hitler untuk berbicara di depan umum.

    1945: Pesawat pengebom B-29 milik Amerika menyerang Tokyo, Jepang. Sebanyak 100 ribu orang tewas.

    1966: Prancis menarik diri dari komando militer NATO sebagai protes terhadap dominasi Amerika atas Sekutu. Prancis juga mendesak NATO memindahkan markas besarnya dari Paris.

    1969: James Earl Ray mengaku bersalah atas pembunuhan Martin Luther King Jr. Ia kemudian menarik pengakuannya dan mempertahankannya hingga meninggal dunia pada April 1998.

    1980: Pemimpin Iran, Ayatullah Khomeini, menyampaikan dukungannya kepada kaum militan yang menahan warga Amerika di Teheran.

    TEMPO | EVAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.