Lima Kota Ini Paling Bersahabat bagi Ekspatriat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan matahari terbenam kota New York terlihat dari pinggir sungai kota New York, Amerika (31/5). Peristiwa langka tersebut disebabkan oleh faktor cuaca, titik koordinat kota New York, serta awan dan geografis kota New York yang membuat New York hanya mengalami matahari terbenam sempurna empat kali setahun. (dailymail)

    Pemandangan matahari terbenam kota New York terlihat dari pinggir sungai kota New York, Amerika (31/5). Peristiwa langka tersebut disebabkan oleh faktor cuaca, titik koordinat kota New York, serta awan dan geografis kota New York yang membuat New York hanya mengalami matahari terbenam sempurna empat kali setahun. (dailymail)

    TEMPO.COJakarta - Bagi sebagian orang, tinggal di negara orang memerlukan banyak faktor pertimbangan dan harus dipikirkan matang-matang. Iklim, kearifan lokal, dan biaya hidup yang berbeda adalah pertimbangan utama yang kerap menghalangi orang untuk hijrah.

    Seperti yang dilansir BBC, terdapat lima kota yang dinilai paling bersahabat bagi orang asing. Survei dilakukan terhadap 14 ribu ekspat dari 160 negara dengan memperhatikan faktor sosial, pekerjaan, dan finansial.

    1. Guayaquil, Ekuador
    Negara Amerika Latin tersebut menduduki peringkat pertama sebagai kota paling diidamkan para ekspatriat. Saat ini banyak ekspat yang hijrah dari Ibu Kota Quito menuju Guayaquil karena banyaknya lapangan kerja yang tersedia. “Guayaquil adalah pusat bisnis di mana kami menghasilkan uang sebelum menghamburkannya di Quito,” ujar Park Wilson, blogger dari Viva Tropical. Selain itu, murahnya biaya hidup dan keramahan penduduk lokal semakin menambah ketertarikan para tenaga kerja asing untuk menempati Guayaquil

    2. Kota Luksemburg, Luksemburg
    Meskipun tergolong kota kecil, Luksemburg memiliki banyak peluang bagi mereka yang ingin berkarier. Banyaknya orang asing yang tinggal dan berbaur di sana membuat sesama ekspatriat saling memberikan informasi pekerjaan, tempat tinggal, sekolah, dan semua informasi dengan mudah. “Semua orang berbicara dengan bahasa masing-masing, tetapi mereka bermain bersama,” kata Rute Vandeirino, blogger dari Expat Mum in Luxembourg. Hal inilah yang membuat para ekspatriat mengesampingkan masalah mahalnya biaya hidup.

    3. Kota Meksiko, Meksiko
    Sebanyak 91 persen orang asing yang tinggal di Meksiko merasa nyaman dan serasa tinggal di rumah sendiri. “Ketika tiba, saya benar-benar merasa kehidupan di sini sama seperti di rumah,” kata Justin Ermini, seorang koki asal Amerika Serikat. Keramahan penduduk Meksiko membuat para orang asing kepincut serta mengesampingkan tingkat kriminal dan penyebaran narkoba yang tinggi.

    4. Zurich, Swiss
    Ibu kota Swiss ini adalah surga bagi para ekspatriat yang menggeluti sektor industri bank dan finansial. Penggunaan bahasa Inggris menjadi nilai tambah bagi para ekspat. Selain itu, standar hidup yang tinggi kerap membuat orang yang tinggal di sana merasa nyaman. “Selain mudah berkomunikasi, moda transportasi (kereta, trem, dan bus) di Swiss juga sangat modern dan efisien,” ujar Gayle Cotton, penulis Say Anything to Anyone, Anywhere! 5 Key to Successful Cross-Cultural Communication.

    5. New York, Amerika Serikat
    Kota yang tak pernah mati ini menjadi favorit di kalangan ekspatriat karena keramahan dan banyaknya wahana hiburan yang ada. Biaya tinggal yang mahal dapat ditutupi dengan murahnya harga makanan. Selain itu, moda transportasi canggih dan efisien dapat menekan keinginan untuk memiliki mobil. “New York sangat energik dan menyenangkan, ada sesuatu yang membuat Anda tak dapat merasakannya di tempat lain,” kata Mish Slade, blogger yang menulis “Making It Anywhere”.

    BBC | ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.