Maling Surat Michelangelo Minta Tebusan Rp 1,4 M ke Vatikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan lapangan Saint Peter's saat Paus Fransiskus memimpin misa di Vatikan, Minggu (28/4). REUTERS/Alessandro Bianchi

    Pemandangan lapangan Saint Peter's saat Paus Fransiskus memimpin misa di Vatikan, Minggu (28/4). REUTERS/Alessandro Bianchi

    TEMPO.COVatikan - Pimpinan Gereja Katolik Vatikan menerima tuntutan pembayaran uang tebusan oleh seorang pencuri dua surat yang ditulis tangan oleh Michelangelo, maestro pelukis aliran Renaissance. Surat-surat itu hilang sekitar 20 tahun lalu. 

    Juru bicara Vatikan, Pastor Frederico Lombardi, mengatakan kardinal yang bertanggung jawab pada pengelolaan Gereja St Peter menerima telepon dari seseorang baru-baru ini. Si penelepon mengaku akan mengembalikan dokumen Michelangelo asalkan diberi uang tebusan sebesar 100 ribu euro atau setara Rp 1,4 miliar.  

    Seperti dikutip dari ABC, 9 Maret 2015, Vatikan menolak membayar tebusan yang diminta orang tak dikenal itu. "Kardinal menolaknya karena dokumen itu dicuri," kata Lombardi.
       
    Dua surat Michelangelo yang dicuri itu salah satunya berupa desain untuk melukis Kapel Sistine serta pahatan patung David dan Peter yang belum dipublikasikan hingga sekarang. Michelangelo menandatangani surat sekitar tahun 1475-1564. 

    Vatikan belum pernah mempublikasikan hilangnya dokumen Michelangelo itu hingga muncul tuntutan uang tebusan untuk mengembalikannya baru-baru ini. 

    Hilangnya dokumen itu, menurut Lombardi, telah disampaikan secara resmi oleh seorang biarawati yang bertugas di arsip Vatikan pada tahun 1997. 

    Polisi Vatikan bersama polisi Italia akan menyelidiki hilangnya surat berharga itu. Pembangunan kompleks Gereja St Peter dan Basilicia menghabiskan waktu seratus tahun. 

    ABC | REUTERS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.