Tiga Gadis Inggris yang 'Hilang' Kini di Markas ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para wanita bekerja di pabrik pembuatan hijab untuk anak balita, dibawah pemerintahan ISIS para wanita diharuskan menggunakan hijab, 11 Februari 2015. Dailymail.co.uk

    Para wanita bekerja di pabrik pembuatan hijab untuk anak balita, dibawah pemerintahan ISIS para wanita diharuskan menggunakan hijab, 11 Februari 2015. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, London - Tiga siswi Inggris yang hilang dan diduga melarikan diri ke Suriah untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini diketahui berada di Kota Raqqa, salah satu markas ISIS. Shamima Begum, 15 tahun; Kadiza Sultana, 16 tahun; dan Amira, 15 tahun, dinyatakan hilang dua pekan lalu setelah menumpang pesawat dari Gatwick, Inggris, ke Istanbul, Turki.

    Mereka diyakini telah menyeberang dari Turki ke Suriah melalui Kota Arai. Keyakinan ini, seperti dilaporkan Sky News, muncul setelah sumber media ini menyebut ketiganya berada di Raqqa, kota di bawah kendali ISIS. Sang sumber menyatakan ia tinggal dengan salah seorang dari mereka.

    Aparat keamanan Inggris akhir pekan ini berkirim surat pada keluarga tiga siswi ini. Mereka menyatakan menghilangnya anak gadis mereka akan menjadi bagian dari penyelidikan hilangnya gadis lainnya, seorang mahasiswi Bethnal Green Academy di London Timur. Komisaris Polisi Metropolitan London, Bernard Hogan-Howe, mengatakan pihaknya akan segera melakukan wawancara pada keluarga ketiga gadis ini.

    Dia mengatakan orang tua mempunyai tanggung jawab ketika anak mereka menganut ideologi ekstrem. Namun, Abase Hussein, ayah Amira, mengatakan ia akan menjaga anaknya tetap di rumah jika tahu dia akan menghilang. "Kami akan mendiskusikannya dan tentu saja mengambil paspor mereka," katanya.

    Setidaknya 22 perempuan muda dikhawatirkan telah melakukan perjalanan ke Suriah dari Inggris selama 12 bulan terakhir. Scotland Yard mengatakan akan terus melakukan penyelidikan atas semua laporan hilangnya mereka.

    Bernard kemarin memperingatkan para wanita yang bergabung dengan ISIS menghadapi pelecehan seksual di tangan militan.

    SKY NEWS | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?