Investigasi: Tak Ada yang Aneh dengan Pilot MH370

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Catherine Gang, merupakan istri dari Li Zhi yang merupakan penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, memegang poster saat memperingati satu tahun hilangnya pesawat tersebut di kuil Yonghegong Lama, Beijing, 8 Maret 2015. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Catherine Gang, merupakan istri dari Li Zhi yang merupakan penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, memegang poster saat memperingati satu tahun hilangnya pesawat tersebut di kuil Yonghegong Lama, Beijing, 8 Maret 2015. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pilot dan kopilot menjadi objek investigasi sendiri terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 setahun lalu. Zaharie Ahmad Shah, sang pilot, pernah dicurigai merupakan simpatisan kelompok tertentu, hal yang diduga "bisa membahayakan penerbangan".

    Namun, investigasi terbaru menunjukkan tidak ada indikasi perilaku yang tidak biasa di antara pilot dan awak kabin sebelum lepas landas dan lenyap setahun yang lalu. "Tidak ada tanda-tanda perilaku isolasi sosial, perubahan kebiasaan atau kepentingan, pengabaian diri, penyalahgunaan obat atau alkohol dari kapten, perwira pertama dan awak kabin," kata laporan sementara yang dirilis Minggu tentang penyelidikan atas pesawat bermesin jet itu.

    Laporan terbaru ini lebih banyak berisi informasi faktual tentang pesawat yang hilang ketimbang analisis. Dalam laporan disebutkan sang pilot Zaharie Ahmad Shah tidak memiliki masalah pribadi atau keuangan.

    "Kemampuan pilot untuk menangani stres di tempat kerja dan rumah juga cukup baik. Tidak ada riwayat apatis, kecemasan, atau lekas marah," kata laporan itu. Selain itu, masih dalam laporan yang sama, tidak ada perubahan signifikan dalam gaya hidupnya, konflik interpersonal, atau tekanan keluarga.

    Dalam investigasi ini, para peneliti menyelidiki latar belakang para awak pesawat. Mereka juga memeriksa rekaman CCTV awak pesawat di bandara setidaknya dalam tiga penerbangan sebelumnya untuk melihat tanda-tanda perubahan perilaku.

    Laporan sementara--dimana pihak berwenang Malaysia diminta untuk mengumumkannya sesuai standar penerbangan sipil internasional--mengungkapkan bahwa baterai pemancar lokasi bawah air pada perekam data MH370 telah kedaluwarsa lebih dari setahun sebelum hilangnya pesawat. Laporan, mengutip catatan pemeliharaan, mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan baterai diganti sebelum habis masa berlakunya pada Desember 2012. Meskipun baterai tersebut dapat beroperasi melewati tanggal kadaluwarsa, tapi tidak menjamin bahwa alat ini akan bekerja memenuhi persyaratan minimum 30 hari.  

    Sementara baterai pada kotak hitam pesawat digantikan sesuai jadwal dan kini telah habis masa berlakunya.

    Peneliti mewawancarai staf pemeliharaan dan menemukan bahwa jadwal penggantian belum diperbarui dengan benar setelah terakhir diganti pada pada bulan Februari 2008. Kesalahan itu tidak ditemukan sampai setelah hilangnya MH370 itu, kata laporan itu. Malaysia Airlines kemudian memeriksa seluruh armada pesawatnya untuk memastikan tidak ada kelalaian lainnya.

    Memperingati setahun hilangnya MH370, sebagai anggota keluarga penumpang dan awak berkumpul hari Minggu untuk mengenang orang yang mereka cintai. Pada hari yang sama, pemerintah Malaysia menyatakan tetap berkomitmen untuk melakukan pencarian pesawat.

    "Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa sakit keluarga penumpang," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam sebuah pernyataan. "Bersama dengan mitra internasional kami, kami mencari dengan mengikuti sedikit bukti yang ada."

    CNN | AP | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.