Setahun MH370 Hilang, Malaysia Ragu Australia Optimistis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita membaca papan bertuliskan pesan harapan bagi penumpang dan awak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di pusat perbelanjaan Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 18 Maret 2014. (AP Photo/Lai Seng Sin)

    Seorang wanita membaca papan bertuliskan pesan harapan bagi penumpang dan awak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di pusat perbelanjaan Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 18 Maret 2014. (AP Photo/Lai Seng Sin)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Setahun sudah pesawat Malaysia Airlines MH-370 hilang bersama seluruh penumpangnya sebanyak 239 orang. Malaysia memastikan akan menemukan solusi dari misteri hilangnya MH-370.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai, Sabtu, 7 Maret 2015. Hanya saja, belum jelas langkah ke depan yang akan dilakukan jika pencarian di dasar laut tidak membuahkan hasil.

    "Jika pencarian tidak membuahkan hasil apa pun pada Mei mendatang atau setelah kami selesai melakukan pencarian di laut seluas 60 ribu kilometer persegi, maka kemudian kami harus kembali membahasnya," kata Liow Tiong kepada AFP, seperti dikutip dari Channel News Asia, 8 Maret 2015.

    Australia, yang memimpin tim pencarian MH370, optimistis pesawat itu akan segera ditemukan. "Jujur, saya percaya kami akan menemukan pesawat itu. Ini tinggal seberapa cepat usaha kami untuk itu," kata Judith Zielke, kepala koordinator pusat koordinasi kerja sama pencarian MH-370.

    Saat ini, ujarnya, pencarian MH-370 berada di laut. Empat kapal masih mencari pesawat itu di laut dengan luas 26 ribu kilometer persegi atau 40 persen dari area pencarian yang menjadi prioritas.

    Pencarian MH-370 di area prioritas ini berakhir pada Mei mendatang. Tim pencarian yang dipimpin Judith telah menyelidiki lebih dari 100 obyek dengan menggunakan teknologi pemetaan sonar.

    "Saya tidak dapat menjanjikan pencarian ini akan berlangsung secara intens selamanya. Namun, saya akan melanjutkan usaha terbaik kami untuk menemukan jawaban dari misteri ini dan memberikan jawaban," kata Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

    Di Beijing, Cina, keluarga korban hilangnya MH-370 belum juga mendapat izin dari aparat pemerintah untuk menggelar peringatan setahun hilangnya keluarga mereka dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Cina.

    Dua pertiga dari 239 penumpang MH-370 adalah warga Cina. "Kami telah mengajukan, tetapi kami belum menerima balasan," kata Jiang Hui, kata seorang keluarga penumpang yang ibunya ada dalam pesawat MH-370.

    Namun, beberapa keluarga korban dari Cina telah terbang ke Malaysia untuk mengadakan peringatan mengenang hilangnya MH-370 yang digelar hari ini di Kuala Lumpur.

    Di laman resmi Malaysia Airlines, pihak manajemen mengunggah tagar #alwaysinMyHeart dan pita dengan motif bunga warna merah, biru, unggu, putih, dan hijau.

    MALAYSIA INSIDER | CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.