ISIS Buldoser Kota Tua Hatra  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota ISIS terlihat menghancurkan sebuah patung batu, menggunakan palu besar. Mereka menghancurkan patung kuno itu, karena patung tersebut dianggap menyembah berhala. Mosul, Irak, 26 Februari 2015. Dailymail.co.uk

    Anggota ISIS terlihat menghancurkan sebuah patung batu, menggunakan palu besar. Mereka menghancurkan patung kuno itu, karena patung tersebut dianggap menyembah berhala. Mosul, Irak, 26 Februari 2015. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Bagdad - Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Sabtu dinihari, 7 Maret 2015, waktu setempat dilaporkan telah membuldoser kota tua Hatra, yang didirikan pada abad ke-3 sebelum Masehi oleh Kaisar Alexander Agung.

    Juru bicara cabang ke-14 Partai Demokratik Kurdi di Provinsi Ninveh, Saeed Mumuzini, mengatakan kepada situs berita Rudaw bahwa ISIS menggunakan buldoser untuk menghancurkan Kota Hatra.

    "ISIS mencuri koin emas dan perak kuno yang dulu digunakan oleh Raja Asyyria dan disimpan di dalam kota itu," ujar Mumuzini.

    Dia menambahkan, ISIS mulanya menghancurkan kota bersejarah Hatra di dekat Mosul dengan sekop. "Ini adalah sebuah situs bersejarah dan banyak raja terkenal berkuasa di kota ini," tutunya.

    Menurut dia, Kota Hatra sangat besar dan memiliki banyak artefak yang dilindungi. "ISIS membawa kabur seluruh mata uang kuno dalam bentuk emas dan perak."

    Hatra berlokasi 80 kilometer sebelah selatan Mosul dan sebuah distrik di utara Irak yang belum lama ini dikuasai ISIS sejak penyerbuan mereka pada Juni 2014.

    Kota ini pada abad pertama dan kedua Masehi menjadi pusat pengembangan agama dan perdagangan setelah dikuasai oleh Kekaisaran Parthia, yang secara politik dan budaya dipengaruhi oleh Iran. Selanjutnya, kota ini menjadi ibu kota Kerajaan Arab.  

    AL ARABIYA | RUDAW | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.