Pasukan Irak Rebut Kembali Al-Baghdadi dari ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Irak yang terluka saat bertempur melawan ISIS, dievakuasi oleh anggota tentara lainnya. Saladin, Irak, 2 Maret 2015. Ali Mohammed/Getty Images

    Seorang tentara Irak yang terluka saat bertempur melawan ISIS, dievakuasi oleh anggota tentara lainnya. Saladin, Irak, 2 Maret 2015. Ali Mohammed/Getty Images

    TEMPO.CO, Bagdad - Pasukan Irak, didukung kelompok-kelompok perlawanan Syiah dan Sunni, dikabarkan berhasil merebut kembali Kota Al-Baghdadi dari Negara Islam dan Suriah (ISIS).

    Kabar yang diperoleh dari sumber militer Amerika Serikat, Jumat, 6 Maret 2015, itu menyatakan pasukan keamanan dan kelompok bersenjata di pedalaman daerah Anbar telah sukses membersihkan Al-Baghdadi dari milisi ISIS. "Mereka berhasil merebut kembali kantor polisi dan jembatan Sungai Eufrat."

    AS, pemimpin koalisi yang melancarkan serangan udara terhadap posisi ISIS di Irak dan Suriah, menyatakan telah memerintahkan untuk melakukan 26 gempuran udara di sekitar kota tersebut sejak 22 Februari 2015.

    Belum ada komentar dari ISIS. Namun, dalam laman yang diunggah melalui jejaring media sosial, kelompok yang menguasai kota kecil di Sungai Eufrat di sebelah barat Irak ini menyatakan akan melakukan serangan balik ke kawasan tak jauh dari pangkalan udara Al-Asad, yang digunakan AS melatih pasukan Irak.

    Kehadiran militer AS di Irak tidak ditujukan secara langsung untuk bertempur di darat, tetapi pasukan koalisi bertugas memberikan dukungan operasi dengan menjaga aset, memberikan nasihat, dan membantu tim. "Semua itu melekat di markas militer Irak."

    Pasukan Irak dan Kurdi, didukung suku pedalaman dari Sunni dan kelompok bersenjata Syiah, mulai melakukan tekanan guna mengusir pasukan ISIS dari wilayah yang mereka kuasai tahun lalu guna membangun sebuah khilafah (pemerintahan) Islam.

    Pada 13 Februari 2015, Al-Baghdadi jatuh ke tangan milisi ISIS. Kelompok ini juga melakukan serangan bom bunuh diri terhadap pasukan Irak yang mempertahankan pangkalan angkatan udara Ayn al-Asad. Pangkalan ini merupakan markas militer tempat militer AS dan sekutu lainnya berlindung.

    Dalam serangan tersebut, tidak ada satu pun militer AS yang cedera. Namun pertempuran di kawasan ini dikhawatirkan kian meningkat dan pasukan AS terseret dalam konflik tersebut.

    Menurut koresponden Al Jazeera, Jane Arraf, yang melaporkan dari Bagdad, laporan sumber militer AS tidak mengejutkan. "Pasukan Irak yang mendapatkan bantuan berupa serangan udara sudah lama mengepung Al-Baghdadi. Apa yang diumumkan militer AS sekarang ini berupa aksi membersihkan kota dari milisi ISIS."

    AL JAZEERA | CHOIRUL 

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.