Tak Mampu Beli Tiket Pesawat, Pria Kirim Dirinya Lewat Pos  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kabin di sebuah pesawat Boeing 777-200ER. Pesawat jumbo jet ini bisa mengangkut 301 hingga 400 penumpang kargo dengan berat total 155 ton. Seatmaster.com

    Suasana kabin di sebuah pesawat Boeing 777-200ER. Pesawat jumbo jet ini bisa mengangkut 301 hingga 400 penumpang kargo dengan berat total 155 ton. Seatmaster.com

    TEMPO.CO, London - Seorang pria nekad mengeposkan dirinya dalam paket kargo dalam penerbangan dari London ke Australia. Pria itu, Reg Spiers, berada di dalam kotak kayu kargo selama tiga hari.

    Spiers berniat pulang ke Perth setelah mendapati dirinya terlantar di Inggris. Padahal, awalnya ia hanya datang ke sana pada 1960-an untuk menyembuhkan diri dari cedera dan istirahat dari karier atletik.

    Atlet lempar lembing itu bercita-cita ikut Olimpiade Tokyo 1964. Namun ketika mimpi itu tidak mungkin diraih, dia bekerja di bandara untuk mendapat uang dan terbang pulang. Malangnya, dompet Spiers dicuri. Dia terpaksa mengubah rencana. Jika tidak, berarti Spiers akan melewatkan ulang tahun anaknya.

    Spiers kemudian meminta temannya membuat kotak kayu berukuran 5 x 3 x 2,5 kaki untuk mengirim dirinya dengan pesawat. "Saya hanya masuk (ke kotak) lalu pergi. Apa yang perlu ditakutkan? Saya tidak takut gelap. Saya hanya duduk di sana," ujarnya seperti dilaporkan Metro, Jumat, 6 Maret 2015.

    Dia menganggap masuk ke kotak sama seperti bepergian ke luar negeri. Kotak berisi Spiers berhasil dimasukkan ke pesawat Air India. Di dalamnya ada bekal makanan kaleng, senter, selimut, bantal, botol air minum, botol untuk buang air kecil, dan pakaian.

    Meskipun penerbangan sempat tertunda 24 jam karena kabut dan harus transit di Paris, Prancis; dan Bombay, India, Spiers berhasil sampai di Australia. Kisahnya kini ditulis dalam sebuah buku oleh Marcus McSorley.

    METRO | ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.