Anwar Ibrahim Mendapat Permintaan Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendapatkan permintaan maaf dari mantan kepala polisi Rahim Noor. Anwar baru-baru ini melayangkan gugatan terhadap pemerintah, mantan Perdana Menteri Mahatir Mohammad, dan Rahim ke pengadilan atas siksaan yang dialaminya dalam masa penahanan polisi. Pengacara Anwar, Gobind Singh mengatakan Rahim bersedia menulis surat permintaan maaf yang akan dibacakan di pengadilan. "Dia juga bersedia membayar (kompensasi) untuk luka-luka Anwar, namun jumlah dan siapa yang akan membayar masih dirahasiakan," katanya, Rabu (3/8). Menurut Gobind, Anwar menyambut gembira keputusan Rahim, meski masih menunggu langkah serupa dari pemerintah dan Mahatir. Namun ia menegaskan bahwa permintaan maaf itu tak serta merta menghapus langkah hukum yang akan ditempuh Anwar. "Sejak awal klien saya sudah mengatakan bahwa tindakan ini bukan soal uang, namun untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa polisi tak bisa melakukan sesuatu berdasarkan kesenangan sendiri, yakni menganiaya tahanan dan berlalu begitu saja," ujarnya.Anwar dicopot dari jabatannya setelah dituduh terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Selama ditahan polisi, September 1998, Anwar mengalami penyiksaan. Di pengadilan untuk kali pertama Anwar muncul dengan wajah lebam, mata menghitam memar, dan tangan diperban. AFP/AP/Deddy Sinaga

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.