Bali Nine Dieksekusi, Abbott: Australia Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil lapis baja yang dikabarkan membawa dua terpidana mati Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, meninggalkan Lapas Kerobokan menuju bandara di Denpasar, Bali, 4 Maret 2015. Dua warga Australia ini akan menjalani eksekusi mati di Lapas Nusakambangan. REUTERS/Beawiharta

    Mobil lapis baja yang dikabarkan membawa dua terpidana mati Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, meninggalkan Lapas Kerobokan menuju bandara di Denpasar, Bali, 4 Maret 2015. Dua warga Australia ini akan menjalani eksekusi mati di Lapas Nusakambangan. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.COJakarta - Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyatakan geram dan menyesali keputusan Indonesia yang meneruskan rencana eksekusi dua warga negaranya yang terlibat kasus narkoba. 

    “Saat ini jutaan warga Australia merasakan sakit atas rencana eksekusi atas dua warganya,” kata Abbott kepada Australian Broadcasting Corp Rodio yang dilansir kantor berita Reuters.

    Pernyataan ini disampaikan Abbott setelah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan ke Nusakambangan, Rabu, 4 Maret 2015. “Posisi Australia jelas, kami melawan kejahatan narkoba, tapi kami membenci hukuman mati,” ujar Abbott.

    Australia berkali-kali melobi Indonesia agar membebaskan Andrew Chan, 31 tahun, dan Myuran Sukumaran, 33 tahun. Keduanya ditahan pada April 2005 setelah menyelundupkan 8 kilogram heroin dari Bali menuju Australia.

    Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, di hadapan parlemen Australia, kemarin, mengatakan akan ada reaksi jika keduanya dieksekusi. “Saya yakin Indonesia mengerti ini akan ada konsekuensinya,” kata Bishop, yang dilansir Channel Nine.

    YON DEMA | MECHOS DE LAROCHA | NATALIA SANTI | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.