Menlu Australia Ngotot Minta Tunda Eksekusi Terpidana Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Australia Julie Bishop (tengah), berbicara dengan Menlu Cina Wang Yi (kedua kanan), dan Menlu Kanada John Baird (kiri), pada pertemuan menteri di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit di Cina National Convention Centre (CNCC), Beijing, Cina, 7 November 2014. AP/Greg Baker

    Menlu Australia Julie Bishop (tengah), berbicara dengan Menlu Cina Wang Yi (kedua kanan), dan Menlu Kanada John Baird (kiri), pada pertemuan menteri di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit di Cina National Convention Centre (CNCC), Beijing, Cina, 7 November 2014. AP/Greg Baker

    TEMPO.COPerth - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop berjanji akan terus berjuang sampai akhir demi menyelamatkan dua terpidana mati penyelundup 8,2 kilogram heroin, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dari eksekusi.

    "Sangat tidak berperasaan melakukan persiapan dalam rangka melanjutkan eksekusi, sementara ada jalur hukum lain yang masih tersedia. Rehabilitasi mereka pun sangat sukses. Jadi kami akan terus melakukan semua yang kami bisa," kata Bishop di Radio ABC Perth, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Rabu, 4 Maret 2015.

    Bishop mengatakan dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi terkait dengan permohonan penundaan eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran pada Selasa malam. Dalam pembicaraan tersebut, Bishop meminta Presiden Joko Widodo mengampuni Chan dan Sukumaran.

    Selain berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia, Bishop juga berkomunikasi dengan pihak keluarga dari kedua terpidana mati Bali Nine tersebut. Menurut Bishop, mereka masih berharap eksekusi mati Chan dan Sukumaran dibatalkan.

    Chan dan Sukumaran dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, ke Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusakambangan, Jawa Tengah, Rabu subuh. Keduanya merupakan anggota sindikat narkotik Bali Nine yang tertangkap menyelundupkan heroin pada 2005 dan divonis mati pada 2006.

    Kasus Bali Nine terjadi pada 17 April 2005. Para pelakunya dijuluki Bali Nine karena melibatkan sembilan warga Australia yang berupaya menyelundupkan heroin seberat 8,2 kg dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, menuju Australia. 

    Empat dari sembilan orang tersebut, yakni Czugaj, Rush, Stephens, dan Lawrence, ditangkap di Bandara Ngurah Rai saat akan menaiki pesawat tujuan Australia. Keempatnya ditemukan membawa heroin yang diletakkan pada tubuh. Adapun Andrew Chan ditangkap di pesawat terpisah saat hendak berangkat. Namun pada dirinya tidak ditemukan obat terlarang. 

    Empat orang lain, yakni Nguyen, Sukumaran, Chen, dan Norman, ditangkap di Hotel Melasti, Kuta, karena menyimpan heroin seberat 350 gram dan barang-barang lain yang mengindikasikan keterlibatan mereka dalam usaha penyelundupan itu.

    THE SYDNEY MORNING HERALD | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.