Sebabkan Bau, Penumpang Ini Diusir dari Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang kedatangan bandara Hong Kong dipenuhi oleh 1600 patung panda yang terbuat dari bubur kertas, Hong Kong, Cina, 9 Juni 2014. REUTERS/Bobby Yip

    Ruang kedatangan bandara Hong Kong dipenuhi oleh 1600 patung panda yang terbuat dari bubur kertas, Hong Kong, Cina, 9 Juni 2014. REUTERS/Bobby Yip

    TEMPO.CO, Hong Kong - Sepasang suami-istri dan seorang bayi asal Cina, yang merupakan penumpang maskapai Hong Kong, Dragonair, diturunkan secara paksa dari pesawat. Akibat insiden itu, penerbangan pesawat KA902 dari Bandar Udara Chek Lap Kok, Hong Kong, menjadi tertunda selama dua jam.

    Seperti dilansir South China Morning Post, Selasa, 3 Maret 2015, insiden pada Sabtu lalu itu bermula ketika seorang wanita berusia 33 tahun dan suaminya sedang membersihkan kotoran anaknya yang buang air besar di toilet kabin tanpa menutup pintu. Akibatnya, para penumpang di kabin mengeluhkan bau tidak sedap dari toilet itu. Pada saat bersamaan, pesawat akan lepas landas. Awak kabin meminta sang ibu dan anaknya, yang berusia satu tahun, segera keluar dari toilet, namun ditolak.

    Pasangan itu menolak segera kembali ke kursi saat pengumuman “kencangkan sabuk pengaman Anda” sudah terdengar, sehingga terjadi perdebatan. Karena tidak ingin mengganggu penumpang lain, awak kabin akhirnya meminta bantuan polisi untuk mengeluarkan penumpang itu dari pesawat.

    Juru bicara maskapai Dragonair mengatakan saat awak kabin meminta mereka segera kembali ke tempat duduk, pasangan itu menolak dan terus membersihkan anak mereka. Polisi akhirnya menurunkan paksa mereka dengan alasan menjaga kebersihan kabin dan menjaga kondisi penumpang lain.

    Setelah diturunkan dari pesawat sekitar pukul 16.30 waktu setempat, keluarga tersebut diberi jadwal penerbangan keesokan harinya. Sedangkan pesawat akhirnya dapat lepas landas pada pukul 17.40 waktu setempat.

    SCMP | ROSALINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.