Raja Yordania Serukan Perang Dunia Ketiga Melawan ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Yordania, Raja Abdullah. (dailymail)

    Raja Yordania, Raja Abdullah. (dailymail)

    TEMPO.CO, Amman - Raja Yordania Abdullah menyerukan kepada semua negara untuk bersama-sama memberangus kelompok milisi negara Islam (ISIS/IS). Abdullah menyebut perlawanan terhadap ISIS itu sebagai Perang Dunia Ketiga.
     
    "Ini adalah perang kita. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menyelamatkan orang-orang muslim itu, melindungi mereka, dan menghentikan sebelum mereka mencapai batas kita," kata Abdullah pada CNN.

    Abdullah tidak menganjurkan untuk menghujani ISIS dengan senjata nuklir atau ribuan tank, tetapi menganjurkan sebuah front persatuan yang di dalamnya bergabung Islam, Kristen dan agama-agama lainnya. Dia menekankan jika konflik yang berkaitan dengan ideologi adalah hal yang sulit dipecahkan.

    Seperti dikutip dari Russia Today, 2 Maret 2015, Amerika Serikat dan sekutunya memiliki cukup
    amunisi untuk menghancurkan paksa ISIS untuk beberapa dekade ke depan.

    Raja Yordania murka kepada ISIS dipicu atas kematian tragis pilot tempur Yordania, Moath al-Kasasbeh, yang dibakar hidup-hidup oleh ISIS. Teror ISIS tidak membuat kecut negara berpenduduk 6,5 juta jiwa itu. Sebaliknya, Raja Abdullah menyerukan perang terhadap ISIS.

    Foto Raja Abdullah kemudian muncul di Instagram dengan berpakaian seragam militer dan sarung tangan hitam. Pilot tempur terlatih ini bahkan dikabarkan ikut dalam serangan udara ke lokasi kekuasaan ISIS. Raja ini dijuluki Si Prajurit perang karena terlibat selama 35 tahun di ketentaraan.

    REUTERS | RUSSIA TODAY | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.