Majikan Tewaskan Kucing dengan Cat Bulu Pink

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor kucing berdiri di atas pundak pemiliknya saat akan dinilai oleh juri dalam pameran kucing di Del Mar, California, Amerika Serikat, 24 Januari 2015. REUTERS

    Seekor kucing berdiri di atas pundak pemiliknya saat akan dinilai oleh juri dalam pameran kucing di Del Mar, California, Amerika Serikat, 24 Januari 2015. REUTERS

    TEMPO.CORusia - Seorang penulis dikecam aktivis hak-hak hewan karena bulu kucingnya yang berwarna merah muda. Kucing itu terkena racun pewarna rambut.

    Ceritanya, Lena Lenina menjadikan kucingnya atraksi dalam pesta "Pretty in Pink". Dalam acara itu, semua tamu harus mengenakan pakaian dan atribut merah muda.

    Saksi mata mengatakan kepada media Rusia bahwa kucing yang dipaksa berwarna pink itu masih muda. Sepanjang malam, hewan malang itu histeris dan berusaha melepaskan diri dari majikannya.

    Lenina dikritik karena kejadian ini. Namun dia tidak acuh dan mengklaim sudah mendapat persetujuan dokter hewan. "Warna merah muda dipilih untuk penyembuhan dan memperkuat bulu kucing. Dokter hewan saya mengatakan itu bermanfaat," ujarnya seperti dilaporkan Metro, Ahad, 1 Maret 2015.

    Kenyataannya, kucing tersebut menjilat bulunya sendiri dan jadi sakit hingga akhirnya mati. Dokter hewan yang memeriksa mengatakan kucing itu terkena bahan beracun.

    Salah satu pengkritik Lenina, seniman Yuri Kuklachev, menyebut tindakan mewarnai kucing itu tidak perlu dan kejam. Kini, ada petisi daring yang meminta gubernur setempat menginvestigasi masalah pelanggaran hak-hak hewan. 

    Ribuan orang telah menandatangani petisi tersebut. Namun belum ada respons dari pemerintah lokal.

    METRO | ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.