Perawat AS yang Tertular Ebola Gugat Rumah Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan membawa jenazah korban virus ebola yang akan dimakamkan di kuburan masal di Freetown, 17 Desember 2014. Korban meninggal karena ebola mencapai 6.915 dari 18.603 kasus hingga 14 Desember 2014.  REUTERS/Baz Ratner

    Petugas kesehatan membawa jenazah korban virus ebola yang akan dimakamkan di kuburan masal di Freetown, 17 Desember 2014. Korban meninggal karena ebola mencapai 6.915 dari 18.603 kasus hingga 14 Desember 2014. REUTERS/Baz Ratner

    TEMPO.CO, Texas - Nina Pham, seorang perawat di Texas Health Presbyterian Hospital Dallas, mengajukan gugatan terhadap rumah sakit tempatnya bekerja. Pengacaranya menyatakan, gugatan itu didasarkan pada kegagalan rumah sakit menyediakan peralatan dan pelatihan untuk menangani Ebola. Gugatan diajukan pada Texas Health Resources, perusahaan induk rumah sakit itu.

    Pham tertular penyakit itu musim gugur yang lalu saat merawat Thomas Eric Duncan, yang mulai menunjukkan gejala setelah tiba di Dallas dari Liberia. Ia merupakan perawat pertama yang terinfeksi virus itu di AS.

    Gugatan Pham juga mengklaim Texas Health Resources melanggar privasinya dengan berbagi catatan medis tanpa seizinnya.

    Menurut The Dallas Morning News, Pham menuntut ganti rugi untuk sakit fisik, penderitaan mental, biaya pengobatan, dan hilangnya laba masa depan. Tapi yang penting, kata Pham pada media ini, ia ingin membuat rumah sakit dan perusahaan-perusahaan besar menyadari bahwa perawat dan petugas kesehatan, terutama orang-orang garis depan, memegang posisi kunci dalam perawatan pasien. "Dan kami tidak ingin perawat berubah menjadi pasien," katanya.

    Juru bicara Texas Health Resources, Wendell Watson, menyatakan akan mengutamakan musyawarah ketimbang melanjutkan langkah hukum. "Nina Pham sangat berani mengambil tindakan di masa yang paling sulit. Kami terus mendukung dan berharap yang terbaik untuknya, dan kami tetap optimis bahwa dialog konstruktif dapat menyelesaikan masalah ini," katanya.

    Perawat lain mengobati Duncan, Amber Vinson, juga terinfeksi Ebola. Kedua perawat ini pulih setelah dikirim ke rumah sakit khusus yang dilengkapi peralatan untuk menangani Ebola. Pham dirawat di National Institutes of Health di Maryland, dan Vinson di Emory University Hospital di Atlanta.

    Pham masih tercatat sebagai karyawan dan mendapatkan gaji dari Texas Health Resources, namun belum kembali bekerja. Dia masih menderita kelelahan dan nyeri di tubuhnya. Namun pengacaranya tidak menjelaskan apakah sakitnya merupakan imbas dari ebola atau karena obat eksperimental yang diterimanya.

    KTVT | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.