Protes AS-Korsel, Korut Luncurkan 2 Misil Balistik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serdadu Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3, yang rencananya akan diluncurkan antara 12-16 April, di Stasiun Satelit Sohae, di Tongchang-ri, Korea Utara (8/4). AP Photo/Ng Han Guan

    Serdadu Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3, yang rencananya akan diluncurkan antara 12-16 April, di Stasiun Satelit Sohae, di Tongchang-ri, Korea Utara (8/4). AP Photo/Ng Han Guan

    TEMPO.CO, Seoul - Korea Utara menembakkan dua misil balistik ke Laut Jepang saat Korea Selatan dan Amerika Serikat memulai latihan militer bersama. Menurut Kementerian Pertahanan Korsel, misil tersebut ditembakkan dari pantai barat Utara ke  Laut Timur, pada sekitar pukul 06.30 dan 06.40 waktu setempat, Senin, 2 Maret 2015.

    Kementerian Pertahanan Korsel menjelaskan Korea Utara melesakkan dua misil dari kawasan dekat Kota Nampo, sekitar 60 kilometer sebelah selatan Pyongyang. "Dua proyektil diperkirakan terbang 490 kilometer sebelum jatuh ke dalam laut di sebelah timur semenanjung," kata pejabat keamanan Korsel yang tak bersedia disebutkan namanya.

    "Memperhatikan kecepatan, ketinggian, dan jarak tempuh, misil ini seperti peluru kendali Scud-Cs."

    Amerika Serikat dan Korsel pernah menembakkan misil ini dalam latihan militer tahunan bersama. Latihan militer dengan sandi Foal Eagle and Key Reserve tersebut memicu ketegangan antara Utara, Korsel, dan AS.

    Seperti dikutip dari KCNA, kantor berita Korea Utara,  menyindir bahwa peluncuran dua misil balistik itu  bukan apa-apa, melainkan hanya kepulan asap belaka. Namun oleh AS dan Korsel diterjemahkan sebagai serangan dari Utara. "Perlu dicatat bahwa Utara tidak akan pernah menjadi penonton pasif dalam situasi buram seperti ini," kata KCNA.

    Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok, mengatakan Utara telah diberitahu pada 24 Februari 2015 mengenai latihan militer bersama AS.

    CNN | NEW YORK TIMES | CHOIRUL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.