Berebut Antre di McD, Dua Orang Tewas Tertembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi restoran cepat saji McDonald's. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi restoran cepat saji McDonald's. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Toronto - Dua orang tewas tertembak saat antre di gerai makanan cepat saji, Mc Donald's, di Toronto, Kanada, karena sebuah pertengkaran. Salah satu dari korban, Donny Ouimette, merupakan ayah dari seorang anak berusia empat tahun.

    Dilansir dari Thestar.com, Donny Ouimette memiliki balita usia empat tahun yang dipanggil Donny Junior. Ouimette dikenal sangat menyayangi anaknya. "Dia ayah yang penyayang. Saya merindukannya," kata Joe Bourdignon, kemenakan Ouimette.

    Donna Bourdignon, saudara Donny Ouimette, mengatakan Ouimette kehilangan ayahnya enam tahun lalu karena kanker. "Dia banyak berubah. Dia mulai minum minuman keras," kata Bourdignon. Dia bertemu dengan Ouimette beberapa pekan sebelumnya dan tak ada yang aneh dari tingkah laku saudaranya.

    Peristiwa yang terjadi pukul 03.00 dinihari itu menewaskan dua orang pria berusia 25 tahun dan 40 tahun. Penembakan yang terjadi di Danforth Ave ini bermula saat petugas keamanan bertengkar dengan keduanya. "Ada konfrontasi fisik lalu petugas menembak berkali-kali sehingga keduanya tewas seketika," kata Detektif Terry Browne dari kepolisian Toronto saat jumpa pers.

    Ia menyebut peristiwa ini sebagai kasus yang tak biasa. "Kasus ini sangat tak lazim, sangat kompleks dan rumit," kata Browne. Polisi sudah mengamankan lokasi dan memeriksa kamera CCTV untuk mencari tahu pemicu pertengkaran.

    Sementara itu, petugas keamanan yang menembak menderita luka di tangan dan tengah mendapatkan perawatan serius di rumah sakit. "Dia belum ditahan," kata Browne. Pengacara petugas keamanan itu, Craig Penney, memberikan keterangan kepada Thestar bahwa petugas tersebut sudah keluar dari rumah sakit. "Dia mengapresiasi kinerja polisi menangani kasus ini dan berterima kasih atas support dari perusahaan," kata Penney yang tak mengungkap identitas kliennya.

    DINI PRAMITA | THESTAR.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.