Abbott Melunak Soal Bali Nine, Sebut Jokowi Teman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyambut Presiden RI Joko Widodo dalam penyelenggaraan pertemuan G-20, di Brisbane, Australia, Sabtu, 15 November 2014. AP/Rob Griffith

    Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyambut Presiden RI Joko Widodo dalam penyelenggaraan pertemuan G-20, di Brisbane, Australia, Sabtu, 15 November 2014. AP/Rob Griffith

    TEMPO.CO, Canberra - Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengaku telah mengajukan permohonan belas kasihan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terhadap dua warganya terpidana narkoba yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia.

    Abbott menyampaikan permohonannya kala menelepon Jokowi pada larut malam dua hari lalu. Telepon itu juga ia lakukan untuk memastikan kedua kepala pemerintahan ini saling memahami posisinya dalam kasus hukuman mati dua warga Australia ini.

    "Pembicaraan ini merupakan sinyal positif," kata Abbott, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, 26 Februari 2015.

    "Presiden (Jokowi) sepenuhnya memahami posisi kami, sepenuhnya paham posisi kami, dan menurut saya dia secara hati-hati mempertimbangkan posisi Indonesia," kata Abbott kepada wartawan di kantor parlemen di Canberra.

    Abbott mengatakan ia tidak ingin lebih banyak berharap, yang kemudian harapan itu malah berbalik jadi debu. Ia menggambarkan Jokowi sebagai teman.

    Andre Chan dan Muyran Sukumaran, atau dijuluki duo Bali Nine, terpidana penyelundup 8,2 kilogram heroin ke Indonesia, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia.

    Dalam satu tayangan televisi pada Rabu malam, 24 Februari 2015, keluarga kedua terpidana mati tersebut mengaku malu dengan upaya mereka yang memojokkan Indonesia.

    "Kami merasa malu karena kejadian ini. Kami, sebagai keluarga, mengetahui hal ini telah mempermalukan warga Indonesia dan kami memohon maaf," kata Michael Chan, saudara dari Andrew Chan.

    SYDNEY MORNING HERALD | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.