PBB Tuding Bekas Presiden Ini Korupsi Rp 771 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. REUTERS/Khaled Abdullah

    Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yakin bekas Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mencuri duit negara US$ 60 miliar atau setara dengan Rp 771 trilun semasa 33 tahun memegang kekuasaan.

    Dalam sidangnya, Rabu, 25 Februari 2015, Dewan Keamanan menyatakan aset Saleh tersimpan di sedikitnya 20 negara. "Tim sedang menginvestigasi hubungan bekas pemimpin ini dengan sejumlah pengusaha dalam menyembunyikan kekayaannya."

    Sidang yang diikuti oleh 15 anggota Dewan tersebut juga memutuskan untuk memberikan sanksi, termasuk membekukan seluruh aset Saleh, presiden yang dipaksa turun dari kekuasaannya pada 2012 oleh negara-negara Teluk.

    Dewan memasukkan Saleh dalam daftar hitam karena dianggap menjadi dalang kerusuhan di Yaman, termasuk memberikan dukungan terhadap kaum Houthi merebut kekuasaan di Sana'a. Adapun laporan lain menyebutkan, Saleh telah membangun kekayaan pribadinya melalui jalan korupsi, menerima imbalan dari kontrak penjualan minyak dan gas, mencuri dana masyarakat, dan kegiatan pencurian lainnya.

    "Kekayaan Ali Abdullah Saleh diyakini berasal dari praktek korupsi semasa menjabat sebagai presiden. Semua itu berasal dari kontrak penjualan minyak dan gas di Yaman," tulis Dewan dalam keputusan sidang Rabu. "Dewan juga menuding Ali Abdullah Saleh, koleganya, keluarga, serta rekan-rekan bisnisnya mencuri uang dari program subsidi minyak."

    Korupsi, jelas Dewan, masuk ke kantong Saleh sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun setiap tahun. "Duit negara itu ditilap selama tiga dekade kekuasaannya," jelas Dewan.

    Menurut para peserta sidang, sanksi Dewan Keamanan tak mengejutkan Saleh yang sedang giat mencari jalan menyembunyikan asetnya. "Dia punya waktu dan kesempatan untuk menghindari pembekuan aset."

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.