Dipicu Bali Nine, 7 Menteri Rancang Penggulingan Tony Abbott

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Australia, Tony Abbott, berbicara soal terorisme di gedung Parlemen Australia, Canberra, 23 Februari 2015. Abbott umumkan tindakan tegas kebijakan keamanan nasional untuk memblokir orang-orang yang dipandang mempunyai ancaman potensial, dengan melucuti paspor mereka yang memiliki dual kebangsaan dan bepergian ke luar negeri. REUTERS/David Gray

    PM Australia, Tony Abbott, berbicara soal terorisme di gedung Parlemen Australia, Canberra, 23 Februari 2015. Abbott umumkan tindakan tegas kebijakan keamanan nasional untuk memblokir orang-orang yang dipandang mempunyai ancaman potensial, dengan melucuti paspor mereka yang memiliki dual kebangsaan dan bepergian ke luar negeri. REUTERS/David Gray

    TEMPO.CO, Canberra - Perdana Menteri Australia Tony Abbott seperti telur di ujung tanduk. Kepemimpinannya mendapat kritik tajam dari kabinetnya.

    Tujuh menteri mengungkapkan rencana mereka menggulingkan Abbott dari kursinya jika Abbott tidak memperbarui pemerintahannya dan memperbaiki hasil jajak pendapat di Partai Liberal yang baru-baru ini dilaksanakan.

    Kepada Fairfax Media, tujuh menteri  yang masih merahasiakan identitas ini menjelaskan bahwa mereka saat ini mengawasi kepemimpinan Abbott. Mereka juga menyatakan tidak akan membantu Abbott jika lagi ada yang mengkritik pemerintahannya.

    Sejumlah blunder yang dilakukan Abbot berujung kritik terhadap kepemimpinannya. Di antaranya pernyataan Abbott agar Indonesia "membalas" bantuan Australia kepada korban tsunami pada 2004 dengan membatalkan hukuman mati terhadap dua warga negara Australia yang menjadi terpidana penyelundupan narkoba.

    Seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald, 24 Februari 2015, peluang menjatuhkan Abbott terbuka lewat pemilu di Negara Bagian New South Wales pada Juni mendatang dan penetapan anggaran pada Mei mendatang.

    Dua pekan lalu, Partai Liberal--partai yang mendukung Abbott--menggelar rapat untuk mengetahui tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Australia yang ke-28 tersebut.

    Hasil jajak pendapat terhadap pemerintahan Abbott dalam rapat itu adalah 61-39. Artinya, Partai Liberal mulai tak percaya kepada Abbott. Abbott diminta berfokus pada masalah keamanan nasional, perlindungan anak, dan anggaran.

    Sebelumnya, warga Australia juga mengecam pernyataan Abbott tentang bantuan tsunami yang dikaitkan dengan hukuman mati terhadap duo Bali Nine di Indonesia. Lewat tagar #KoinuntukAustralia, warga Australia antara lain mengungkapkan keinginan mereka melengserkan Abbott.

    SYDNEY MORNING HERALD | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.