Israel Buka Bendungan, Lembah Gaza Terendam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan Palestina mengintip dari tenda yang didirikan di depan rumahnya yang hancur akibat pertempuran Israel-Hamas selama 50 hari di Gaza, 8 Januari 2015. Hujan lebat dan dimulainya suhu dingin menambah penderitaan warga Gaza yang tinggal dirumahnya yang hancur. REUTERS/Mohammed Salem

    Seorang perempuan Palestina mengintip dari tenda yang didirikan di depan rumahnya yang hancur akibat pertempuran Israel-Hamas selama 50 hari di Gaza, 8 Januari 2015. Hujan lebat dan dimulainya suhu dingin menambah penderitaan warga Gaza yang tinggal dirumahnya yang hancur. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, Wadi Gaza - Warga Palestina dievakuasi dari rumah mereka setelah otoritas Israel membuka sejumlah bendungan yang mengakibatkan Lembah Gaza (Wadi Gaza) terendam. Setidaknya 80 rumah warga Palestina terendam air setinggi 3 meter.

    Kementerian Dalam Negeri menyatakan petugas Badan Pertahanan Sipil bekerja sama dengan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam mengungsikan warga ke tenda pengungsian Al-Bureij dan perkampungan Al-Zahra. Mereka juga dibantu UNRWA, badan untuk pengungsi Palestina di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    “Tadi malam, Israel membuka bendungan air tanpa peringatan, menyebabkan kerusakan serius di desa-desa di Gaza dekat perbatasan,” kata Brigadir Jenderal Said Al-Saudi, Kepala Badan Pertahanan Sipil Gaza, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin, 23 Februari 2015. Dia meminta organisasi hak asasi manusia dan organisasi internasional lain turun tangan mencegah hal semacam ini terulang.

    Al-Saudi juga menyebut pembukaan dam berpengaruh buruk pada pertanian lokal, peternakan unggas, dan hewan di Gaza. Apalagi sebelumnya hujan badai dan salju sudah menghantam Gaza dan wilayah yang diduduki Israel sejak 2007.

    Muhammad Al-Midana, juru bicara Badan Pertahanan Sipil, menuturkan air deras mengalir dari perbatasan Israel. Ini berpotensi menimbulkan banjir susulan jika bendungan terus dibuka.

    AL JAZEERA | ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.