Pria Selfie dengan Hiu untuk Kampanye Penyelamatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang turis asik menyelam bersama dengan hiu pasir saat mengikuti tur di Haleiwa, Hawaii, 16 Februari 2015. Tur berenang bersama dengan hiu tanpa kandang makin populer dikalangan turis. REUTERS/Hugh Gentry

    Seorang turis asik menyelam bersama dengan hiu pasir saat mengikuti tur di Haleiwa, Hawaii, 16 Februari 2015. Tur berenang bersama dengan hiu tanpa kandang makin populer dikalangan turis. REUTERS/Hugh Gentry

    TEMPO.CO, Afrika Selatan - Aaron Gekoski, berburu ketegangan dengan cara unik. Pria 34 tahun itu berfoto selfie dengan hiu ketika menyelam di Aliwal Shoal, Afrika Selatan.

    Gekoski sedang mengikuti perburuan sarden tahunan ketika bertemu dengan hiu blacktip. Dalam foto yang diunggah Mirror, tampak Gekoski bersama setidaknya tiga hiu.

    Satu hiu menganga menampakkan giginya. Hiu lain mencoba menggigit tali pelampung di atas Gekoski. Demi selfie ini, dia harus bertahan berada di dekat hiu-hiu itu.

    Gekoski harus menjaga kontak mata agar ketiga hiu itu tidak memangsanya. Untungnya Gekoski berhasil kembali naik ke permukaan tanpa cedera.

    Menurutnya, bepergian ke Aliwal Shoal berarti kesempatan melihat hiu. "Kita bisa membumbuinya sedikit dan menggunakan selfie sebagai alat menyampaikan pesan penting ke luar sana," seperti ditulis Mirror, Ahad, 22 Februari 2015.

    Dia mengingatkan, setiap tahun ada seratus juta hiu mati untuk memenuhi nafsu penduduk Asia, sup sirip hiu, membuat berbagai spesies berada di jurang kepunahan. Sementara, hiu hanya membunuh sekitar lima orang tiap tahun akibat kesalahan pengenalan.

    Melalui selfie dengan hiu, Gekoski ingin menunjukkan bahwa hiu bukan hewan berbahaya pemakan manusia. "Mereka yang berada dalam bahaya, bukan kita."

    MIRROR | ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?