Kapal Bertabrakan di Bangladesh, 66 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemadam Kebakaran dan Satuan Penyelam melakukan proses evakuasi dalam kecelakaan kapal feri di Paturia, Dhaka, Bangladesh, 23 Februari 2015. Korban tewas dalam kecelakaan tersebut mencapai 69 orang, kapal feri karam usai bertabrakan dengan kapal kargo. (MUNIR UZ ZAMAN/AFP/Getty Images)

    Pemadam Kebakaran dan Satuan Penyelam melakukan proses evakuasi dalam kecelakaan kapal feri di Paturia, Dhaka, Bangladesh, 23 Februari 2015. Korban tewas dalam kecelakaan tersebut mencapai 69 orang, kapal feri karam usai bertabrakan dengan kapal kargo. (MUNIR UZ ZAMAN/AFP/Getty Images)

    TEMPO.COJakarta - Sebanyak 66 orang tewas ketika sebuah kapal feri yang membawa lebih dari 150 penumpang terbalik setelah bertabrakan dengan kapal pukat di perairan Bangladesh pada Ahad, 22 Februari 2015, waktu setempat.

    Tim penyelamat berhasil menyelamatkan setidaknya 50 penumpang. Hingga Senin, 23 Februari 2015, tim masih mencari banyak korban yang masih hilang. Demikian keterangan pejabat polisi setempat, Harun Ar-Rashid, kepada Reuters.

    Dari jasad 66 korban tewas, separuhnya sudah dievakuasi. Lokasi tabrakan maut dua kapal itu di dekat Sungai Padma. Menurut Harun, para korban termasuk perempuan dan anak-anak. Sebanyak 43 jenazah sudah berhasil dievakuasi.

    Polisi telah menyita kapal pukat serta menangkap kapten dan dua awaknya. “Ada 23 mayat di dalam feri,” ujar Harun. ”Mungkin ada jasad lagi yang terjebak di dalam feri dan pencarian terus dilakukan.” 

    Di tempat kejadian, Menteri Transportasi Bangladesh Shajahan Khan mengatakan penyelidikan telah dimulai. Insiden kecelakaan kapal ini merupakan yang kedua di Bangladesh selama Februari 2015. Sebelumnya, pada 13 Februari 2015, kecelakaan kapal menewaskan sedikitnya tujuh penumpang di Bangladesh selatan.

    REUTERS | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.