Ibu di Australia Ini Justru Dukung Eksekusi Mati Bali Nine  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua warga Australia terpidana mati, Myuran Sukumaran, dan Andrew Chan (kiri), ditangkap karena menyelundupkan 8,3 kg heroin dari negaranya ke Bali pada 2005. Mereka divonis hukuman mati yang akan dilaksanakan tahun ini. AP/Firdia Lisnawati

    Dua warga Australia terpidana mati, Myuran Sukumaran, dan Andrew Chan (kiri), ditangkap karena menyelundupkan 8,3 kg heroin dari negaranya ke Bali pada 2005. Mereka divonis hukuman mati yang akan dilaksanakan tahun ini. AP/Firdia Lisnawati

    TEMPO.CO, Melbourne - Berbeda pandangan dengan Perdana Menteri Tony Abbott, Beverley Neal, seorang ibu yang tinggal di Melbourne, Australia, justru berharap agar sindikat narkoba, Bali Nine, Adrew Chan dan Myuran Sukumaran, segera dieksekusi mati. Bagi Beverley, dua warga Australia itu penjahat.

    Berverley punya alasan agar duo Bali Nine itu segera dihukum mati. Pada 2007, Ia harus kehilangan putrinya, Jennifer Neal, akibat overdosis heroin. Tragisnya, putrinya itu tewas pada usia yang sangat muda, 17 tahun.

    Berbeda dengan pendapat publik Australia, Berverley menentang adanya grasi bagi duo Bali Nine, Adrew Chan dan Myuran Sukumaran. Baginya, dua gembong narkoba itu tidak pantas dibela warga Australia.

    Perdana Menteri Australia Tony Abbott dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop adalah dua pemimpin Australia yang vokal mengutuk Indonesia karena akan mengeksekusi mati Adrew Chan dan Myuran Sukumaran. Keduanya telah dijatuhi hukuman mati tahun 2005 karena menyelundupkan 8,2 kilogram heroin di Bali.

    Sikap Beverley berbeda dengan pendapat beberapa warga Australia yang ramai-ramai berkampanye di media sosial untuk memboikot Bali, jika duo Bali Nine dieksekusi. ”Mereka adalah penjahat yang telah dimuliakan sebagai pahlawan,” kecam Berverley, Sabtu, 21 Februari 2015.

    "Siapa yang tahu berapa banyak kehidupan warga lainnya akan hilang jika mereka tidak tertangkap di Bali,” kata Beverley seperti dilansir dari News.com.au. Dia mengaku, berduka berhari-hari atas kematian secara tragis putrinya akibat narkoba itu.

    ”Sudah lewat 18 tahun, tiga bulan dan 20 hari,” kata Beverley yang selalu mengingat waktu kematian putri kesayangannya itu. ”Dia adalah seorang yang sangat cerdas, seorang wanita muda yang cantik, yang baru setahun kuliah bisnis.”

    ”Mereka para geng narkoba, mencoba untuk membuat dia kecanduan,” kata Beverley. Menurutnya, orang tua duo Bali Nine, masih beruntung karena masih bisa melihat anak-anak mereka. ”Mereka bisa menahan anak-anak mereka, berbicara dengan mereka dan mengucapkan selamat tinggal. Saya tidak pernah melakukan itu.”

    NEWS.COM.AU | WINONA AMANDA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.