Libya Jadi 'Gerbang' ISIS, Serang Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan yang dikuasai ISIS menjadi target serangan pesawat tempur Mesir di kota Dema, Libya, 16 Februari 2015. Mesir melakukan serangan setelah ISIS menghukum mati 21 warganya. Jawhar Ali/Anadolu Agency/Getty Images

    Kawasan yang dikuasai ISIS menjadi target serangan pesawat tempur Mesir di kota Dema, Libya, 16 Februari 2015. Mesir melakukan serangan setelah ISIS menghukum mati 21 warganya. Jawhar Ali/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, London - Sebuah lembaga think tank yang berbasis di Inggris, The Quilliam Foundation, mengatakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana untuk menggunakan Libya sebagai "gerbang" menuju Eropa. Pernyataan mereka didasarkan pada sebuah dokumen yang dirilis oleh pendukung ISIS, termasuk surat-surat yang diunggah oleh propagandis ISIS di Internet.

    Dalam surat-surat itu, kelompok ini menyatakan rencana untuk berlayar menyeberangi Laut Mediterania untuk mencapai pantai "yang dikuasai negara-negara Kristen di selatan." Hal ini menurut dokumen yang dirilis oleh lembaga itu. Rencana itu menjelaskan pentingnya Libya sebagai provinsi baru dari kekhalifahan mereka yang kini sudah mencakup sebagian besar wilayah Suriah dan Irak.

    Dalam sebuah video ISIS tentang pemenggalan 21 warga Kristen Mesir di Libya pekan lalu, seorang algojo ISIS menunjuk ke utara dan mengatakan, "Kami akan menaklukkan Roma, dengan izin Allah."

    Surat-surat ISIS diklaim mengatakan jika Libya dieksploitasi dengan baik, maka akan bisa membantu meringankan "tekanan" pada wilayah yang telah dikuasai ISIS di Suriah dan Irak. Kelompok ini juga berencana akan mulai memanfaatkan persenjataan berat yang jatuh ke tangan pemberontak Libya setelah penggulingan rezim Muammar Qaddafi pada 2011.

    "Menampilkan sebuah video tentang kebrutalan yang luar biasa adalah cara mereka untuk mendapatkan perhatian dari media internasional," kata Charlie Winter, seorang peneliti di Quilliam, pada Al Arabiya News. "Kita tahu bahwa ISIS memiliki dukungan yang besar dan signifikan di Libya. Rekaman ini mencoba menggambarkan diri mereka sebagai aktor dominan di sana."

    Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni mengatakan keberadaan ISIS di Libya sangat berisiko. "Harus ada suatu perubahan cepat dalam upaya global untuk memulihkan stabilitas di negara itu," katanya. Ratusan migran Afrika berlayar setiap bulan dari Libya ke pantai selatan Italia. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa militan ISIS bisa menyaru dengan mereka untuk menjangkau Eropa.

    Kekhawatiran yang sama pernah dilontarkan wakil pemerintah Mesir di Inggris. "Selama ini banyak manusia perahu yang ingin berimigrasi ke Eropa mencoba untuk menyeberangi Mediterania ... dalam beberapa minggu ke depan, jika kita tidak bertindak bersama-sama, sekapal penuh teroris akan dengan gampang sampai di sini," ujar Duta Besar Mesir untuk Inggris.

    AL ARABIYA | INDAH P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?