Hadapi ISIS, Libya Minta PBB Cabut Embargo Senjata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang mengibarkan bendera nasional Libya saat merayakan ulang tahun keempat revolusi di Martyrs Square, Tripoli, 17 Februari 2015. Hazem Turkia/Anadolu Agency/Getty Images

    Sejumlah orang mengibarkan bendera nasional Libya saat merayakan ulang tahun keempat revolusi di Martyrs Square, Tripoli, 17 Februari 2015. Hazem Turkia/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CONew York - Libya meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencabut sanksi embargo senjata yang diberlakukan sejak tahun 2011.

    Dengan demikian, Libya dapat memberangus milisi negara Islam Irak dan Suriah atau negara Islam (ISIS/IS) dan kelompok militan lainnya.

    Seperti dikutip dari BBC, 18 Februari 2015, Menteri Luar Negeri Libya Mohammed al-Dairi mengatakan pencabutan embargo senjata akan membantu pemerintahannya untuk membangun kembali angkatan bersenjata Libya dan mengatasi terorisme yang meluas di negara itu.

    Dairi mengatakan Libya membutuhkan masyarakat internasional untuk bersikap mampu mengatasi ancaman teror. "Jika kami gagal mempersenjatai diri, maka hanya  ekstrimis yang akan memegang kendali," ujarnya.

    Libya dikenai sanksi embargo senjata setelah pecah kerusuhan saat melengserkan Kolonel Muammar Khadafi dari kursi kekuasaannya pada 2011.

    Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mendukung pencabutan embargo senjata terhadap Libya. Alasannya, negara itu tengah menghadapi bahaya besar.

    Dengan permohonan pencabutan embargo oleh Libya dan didukung Mesir, maka itu berarti kedua negara ini tidak sepakat atas mandat PBB yang mengizinkan angkatan bersenjata internasional bertempur melawan ISIS di wilayah Libya.

    BBC | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?