ISIS Bakar Hingga Tewas 45 Orang di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan Irak menidurkan cucunya saat mengugsi di mesjid di Mosul, Irak, 10 Februari 2015. Sejumlah keluarga dari Geyyare Mosul melarikan diri dari serangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)  ke pengungsian di masjid Mosul Dibege. Emrah Yorulmaz/Anadolu Agency/Getty Images

    Seorang perempuan Irak menidurkan cucunya saat mengugsi di mesjid di Mosul, Irak, 10 Februari 2015. Sejumlah keluarga dari Geyyare Mosul melarikan diri dari serangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ke pengungsian di masjid Mosul Dibege. Emrah Yorulmaz/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Al-Baghdadi - Aksi tidak manusiawi kelompok negara Islam Irak dan Suriah atau Negara Islam (ISIS/IS) kembali terjadi. Setelah dikabarkan memenggal kepala 21 warga Mesir, ISIS baru saja membakar hingga tewas 45 orang di kota al-Bahgdadi, wilayah barat Irak.

    Polisi setempat menjelaskan, belum jelas identitas 45 korban yang dibakar hingga tewas oleh ISIS. Namun, seorang perwira tentara Irak Kolonel Qasim al-Obeidi yakin beberapa di antara yang tewas itu adalah aparat keamanan.

    Kawasan itu, menurut Obeidi, menjadi target serangan ISIS. Di wilayah itu tempat pemukiman keluarga aparat keamanan dan pejabat setempat.

    Al-Baghdadi jatuh ke tangan ISIS pada Kamis lalu. Sebelumnya, kota ini masih dalam kekuasaan pemerintah Irak yang bertugas di provinsi Anbar. Lokasi ini berada sekitar delapan kilometer dari pangkalan angkatan udara Irak, Ain al-Asad. Sekitar 300 pasukan bersenjata Amerika berumah di wilayah ini.

    ISIS pada Jumat pekan lalu, menyerang pangkalan militer ini termasuk dengan melakukan serangan aksi bom bunuh diri. Namun ISIS gagal menguasai tempat ini. Seperti diberitakan Reuters, sekitar 90 persen wilayah al-Baghdadi dikuasai oleh ISIS.

    BBC | RUSSIA TODAY | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.