Duh, Cegah Hamil Dibagikan Kondom ke Bocah-bocah 13 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kondom. Eddystone.org.uk

    Ilustrasi kondom. Eddystone.org.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - National Health Service (NHS) atau Layanan Kesehatan Nasional Inggris memberikan kondom gratis kepada anak-anak usia 13 tahun. Pemberian alat kontrasepsi pada bocah-bocah itu tanpa sepengetahuan orang tua mereka.

    Selain alat kontrasepsi kondom, NHS juga memberikan pelumas bercinta kepada bocah-bocah belasan tahun di Inggris. Tujuan dari pemberian alat kontrasepsi gratis itu, menurut NHS, untuk mencegah kehamilan dini.

    Namun, program NHS itu ditentang oleh kelompok Family Education Trust. Alasannya, orang tua di Inggris mampu melindungi anak-anak mereka terhadap konsekuensi berhubungan intim di bawah umur.

    Program pembagian alat kontrasepsi gratis itu dengan nama “Skema C-Card” itu menyasar warga usia 13 hingga 24 tahun. Selain mencegah kehamilan dini, program itu diklaim untuk mencegah penularan penyakit menular kelamin.

    Kelompok Family Education Trust menilai program itu seolah-olah mengabaikan peran orang tua.”Peran orang tua dan wali sangat penting dalam melindungi anak-anak muda, karena mereka mengetahui rahasia emosional, kelompok persahabatan dan perilaku anak yang tidak biasa,” kata kelompok itu dalam pernyataan kepada Daily Mail, 16 Februari 2015.

    ”Mereka karena itu diposisikan secara unik untuk campur tangan dan melindungi (anak-anaknya). Program ‘Skema C-Card’ mengabaikan kesempatan orang tua untuk memberikan nasihat dan melindungi anak-anak mereka terhadap konsekuensi fisik dan emosional dari perilaku intim,” lanjut pernyataan kelompok itu.

    Sarah Underwood, 42, ibu asal Lancing, West Sussex, angkat bicara soal program itu. ”Saya pikir anak 13 tahun masih muda untuk mendapatkan kondom gratis dan itu akan menjadi perhatian bagi saya,” katanya.

    DAILY MAIL | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.