Kim Jong-un Belum Respons Undangan Indonesia Hadiri KAA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong Un memperingati hari lahir ayahnya, Kim Jong Il di Istana Kumsusan, 16 Februari 2015. Hari lahir Kim Jong Il dinyatakan sebagai Day of the Shining Star. REUTERS/KCNA

    Kim Jong Un memperingati hari lahir ayahnya, Kim Jong Il di Istana Kumsusan, 16 Februari 2015. Hari lahir Kim Jong Il dinyatakan sebagai Day of the Shining Star. REUTERS/KCNA

    TEMPO.COBogor - Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachri mengatakan lembaganya telah mengundang 109 negara untuk hadir pada Konferensi Asia Afrika ke-60 di Jakarta dan Bandung. Namun, kata dia, belum semua negara mengkonfirmasi kehadirannya, salah satunya Korea Utara.

    "Undangan sudah dikirimkan semua ke 55 negara Asia dan 54 negara Afrika," ujar Fachri di kompleks Istana Bogor, Selasa, 17 Februari 2015.

    Menurut Fachri, pihaknya belum tahu jumlah negara yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya. Pemerintah Indonesia berencana mengundang pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menghadiri KAA ke-60 dan New Asian-African Strategic Partnership ke-10.

    Persiapan, kata Fachri, dilakukan secara fisik dan substansi. Namun untuk urusan fisik ditangani oleh ketua panitia Luhut Binsar Panjaitan, yang juga Kepala Kantor Kepresidenan. "Nanti malam akan rapat persiapan juga di Setneg," katanya.

    Presiden Joko Widodo memimpin rapat koordinasi untuk persiapan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika ke-60 dan New Asian-African Strategic Partnership ke-10. Rapat tersebut dimulai pukul 10.30, melibatkan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachri dan jajarannya.

    "Kita masih punya waktu enam minggu. Saya yakin persiapan dapat dilakukan dengan baik," ujar Jokowi di Ruang Rapat Istana Bogor, Selasa, 17 Februari 2015.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.