Indonesia Meriahkan Pameran Buku Internasional di India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kumpulan buku Djokolelono. Infobuku.net

    Kumpulan buku Djokolelono. Infobuku.net

    TEMPO.CO, New Delhi - Indonesia ikut meramaikan pameran buku internasional yang digelar di New Delhi, India, pada 14-22 Februari 2015. Dalam ajang pameran buku terbesar di wilayah Asia, Pasifik, dan Afrika itu Indonesia menghadirkan pavilium bernuansa etnis dan budaya Indonesia.

    Serta memajang ratusan koleksi buku dari sejumlah penerbit nasional. “Pameran buku ini dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia di bidang bisnis dan pendidikan sebagai manifestasi hubungan kerja sama RI-India”, ungkap Duta Besar RI untuk India Rizali W. Indrakesuma melalui siaran pers yang diterima Tempo, Selasa, 17 Februari 2015.

    Beragam buku dari pelbagai disiplin ilmu mulai dari sastra, non-sastra, anak, pariwisata, politik, hingga fashion dipamerkan dalam acara itu. Paviliun Indonesia melibatkan KBRI New Delhi, IKAPI, dan sejumlah penerbit seperti Mizan, Noura Books, Bintang Pustaka, dan Dar! Mizan. Mereka juga berpartisipasi dalam sejumlah rangkaian acara pameran seperti CEO Speak Publishers Forum, Author’s Corner, dan The Rights Table.

    Rizali mengatakan bahwa ini adalah kedua kalinya Indonesia ikut serta dalam pameran buku bergengsi itu. Ia berharap pameran ini memberikan dampak positif bagi perkembangan industri penerbitan buku di Tanah Air. "Termasuk penerjemahan buku Indonesia dan India," ujarnya. Ia juga berharap minat baca dan menulis masyarakat Indonesia bisa terus ditingkatkan. "Dan dapat masuk ke dunia internasional."

    Pameran buku internasional New Delhi 2015 ini mengusung tema Suryodaya: Emerging Voices from Northeast India. Pameran diikuti oleh ribuan penerbit dari India dan negara lain, termasuk Indonesia. Diperkirakan total pengunjung acara itu mencapai sekitar sepuluh juta orang.

    AGUNG SEDAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.