Gantikan Xanana, Araujo Resmi Jadi PM Timor Leste  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xanana Gusmao bersama keluarganya di bandara Dili, Timor Leste, 28 Januari 2006. Menurut sumber dari partai pemerintah, dalam surat pengunduran dirinya pada Presiden, Xanana usulkan kader partai oposisi, Fretilin, Rui Maria de Araujo, sebagai penggantinya. Rui merupakan mantan Menteri Kesehatan Timor Leste. REUTERS/Lirio da Fonseca/Files

    Xanana Gusmao bersama keluarganya di bandara Dili, Timor Leste, 28 Januari 2006. Menurut sumber dari partai pemerintah, dalam surat pengunduran dirinya pada Presiden, Xanana usulkan kader partai oposisi, Fretilin, Rui Maria de Araujo, sebagai penggantinya. Rui merupakan mantan Menteri Kesehatan Timor Leste. REUTERS/Lirio da Fonseca/Files

    TEMPO.CO, Dili – Anggota partai oposisi, Rui Maria de Araujo, 50 tahun, dilantik sebagai Perdana Menteri Timor Leste yang baru pada Senin, 16 Februari 2015. Pengambilan sumpah jabatan Menteri Kesehatan itu digelar bersama 37 anggota kabinet dalam upacara yang dipimpin Presiden Taur Matan Ruak di Istana Lahane di pinggir Ibu Kota Dili.

    Araujo menggantikan mantan pemimpin kelompok gerilyawan Xanana Gusmao, yang mundur pada awal bulan ini untuk memungkinkan generasi baru berkuasa. Adapun Gusmao tetap berada di pemerintahan sebagai Menteri Perencanaan dan Strategi Investasi.

    “Hari ini menandai sebuah sejarah baru demokrasi di negeri ini,” kata Araujo dalam pidato pelantikannya. “Masa lalu kita telah datang untuk menyelamatkan masa depan kita. Pendahulu kita telah memberi kita, generasi baru, sebuah tanggung jawab besar,” ujar Araujo merujuk pada Gusmao.

    Araujo bergabung dengan partai oposisi Revolutionary Front for an Independent East Timor alias Fretilin pada 2010. Dia sempat dijagokan memimpin partai Gusmao, National Congress for the Reconstruction East Timor (CNRT), yang memegang 30 dari 65 kursi parlemen.

    Periode keenam pemerintahan saat ini memiliki 37 menteri di bawah PM Araujo. Jumlah itu mengecil signifikan dibanding 55 pos menteri pemerintahan sebelumnya. Namun Timor Leste masih berjuang membangun ekonominya, dan setengah dari 1,2 juta penduduknya masih tergolong miskin.

    Araujo menjadi dokter pada 1994 dari Universitas Udayana, Bali, Indonesia. Dia mendukung kemerdekaan Timor Leste dan bekerja sebagai utusan khusus di Bali untuk Gusmao.

    Ketika bekerja di rumah sakit di Dili—saat itu masih berstatus ibu kota Provinsi Timor Timur—dia diam-diam membantu gerilyawan di hutan sebelum bersekolah di Selandia Baru dan meraih gelar master kesehatan publik pada 2001.

    Araujo diangkat Fretilin sebagai Menteri Kesehatan dalam pemerintahan pertama, lalu menjabat Wakil Perdana Menteri Hubungan Sosial pada akhir 2006. Dia juga menjadi penasihat senior di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan sejak 2007.

    ABC NEWS | DWI ARJANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.