83 Tewas Akibat Bom Mobil di Sharm El-Sheikh. Mesir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sharm El-Sheikh:Delapan puluh tiga orang tewas dalam tiga serangan bom mobil di kawasan wisata Mesir, Sharm El-Sheikh, Sabtu (23/7) pukul 1: 15 waktu setempat. Para korban, menurut Al-Ahram Weekly On-line kebanyakan adalah warga Mesir.Serangan di kota di semenanjung Sinai pada puncak musim liburan ini adalah serangan teroris paling hebat yang pernah terjadi di Mesir. Sebelumnya, serangan terhebat terjadi di Luxor, delapan tahun lalu, yang menewaskan 62 orang.Tiga bom itu meledak di sebuah hotel, dekat lapangan parkir dan pasar yang ramai, hanya beberapa menit setelah pukul satu dinihari waktu setempat. Ledakan ini membuat panik para wisatawan. Orang-orang berhamburan dari bar dan klub di Naama Bay.Serangan terhebat terjadi saat mobil pengebom bunuh diri menerobos barikade keamanan dan meledakkan bomnya tepat di depan lobby hotel Ghazala Garden. Tigapuluh orang, sebagian besar staf hotel berkewarganegaraan Mesir, tewas seketika.Pihak rumah sakit mengatakan, sedikitnya 83 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka. Di antara korban terdapat delapan orang asing yang tewas dan 20 terluka.Sebuah klaim berasal dari Brigadir Syahid Abdullah Azzam mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka mengatakan, serangan ini ditujukan bagi Zionis Israel. Sharm El-Sheikh dan kota-kota wisata di Sinai memang merupakan tujuan wisata bagi warga negara Israel yang bertetangga dengan kawasan ini.Azzam sendiri adalah pejuang kemerdekaan Palestina yang tewas saat membantu perjuangan kemerdekaan Afganistan dari Uni Soviet pada 1989. Menteri Dalam Negeri Mesir Habib al-Adly mengatakan pemerintah Mesir telah memiliki petunjuk adanya hubungan antara pemboman ini dengan pemboman Oktober lalu yang menewaskan 34 orang di Sinai utara. Qaris/afp/ap

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.