Pembuat Nutella dan Ferrero Rocher Tutup Usia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukkan berbagai kreasi cokelat untuk perayaan hari valentine di Dapur Coklat, Bintaro, Tangerang, 10 Februari 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Tumpukkan berbagai kreasi cokelat untuk perayaan hari valentine di Dapur Coklat, Bintaro, Tangerang, 10 Februari 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Monte Carlo - Michele Ferrero, pembuat selai kacang terkenal Nutella tutup usia di Monte Carlo, Monaco. Pria Italia itu meninggal Sabtu lalu pada usia 89 tahun setelah cukup lama sakit. Karya Ferrero tak hanya Nutella tapi juga cokelat Ferrero Rocher dan permen Tic Tac.

    Sebagai pembuat cokelat, Ferrero adalah orang terkaya di Italia. Sejumlah analis memperkirakan nilai perusahaannya mencapai US$ 30 miliar. Sementara menurut Forbes, kekayaan keluarganya bernilai US$ 26,5 miliar.

    Wall Street Journal menulis pada Senin, 16 Februari 2015, Ferrero mulai memproduksi Nutella pada 1964. Selai kacang ini sangat populer bagi anak-anak Eropa dan Amerika. Selai ini juga dapat ditemukan di Indonesia. Ferrero lanjut memproduksi Tic Tac pada 1969, cokelat telur Kinder Sorpresa pada 1974, dan Ferrero Rocher pada 1982.

    Pria kelahiran 1932 itu mewarisi bisnis keluarga dari ayahnya. Setelah Perang Dunia II, keluarga Ferrero mencari alternatif bahan permen karena pasokan kakao terbatas. Mereka menemukan pasta gianduja, pasta sejenis mentega yang menggabungkan hazelnut dengan lemak kakao dan minyak sayur. Resep selanjutnya yang menjadi cikal bakal Nutella disimpan sebagai rahasia keluarga.

    Ekspansi internasional Ferrero dimulai pada 1950-an dengan membuat kantor-kantor cabang di Eropa. Pada 1970, ia mengirim produknya ke seluruh dunia. Belum lagi akuisisi perusahaan yang dilakukannya untuk membuat produk dengan cita rasa lokal di berbagai tempat.

    Tak heran Ferrero menjadi perusahaan penganan cokelat terbesar keempat di dunia, menguasai 8 persen pasar cokelat dunia. Dengan pendapatan US$ 9,5 miliar pada 2014, Ferrero menjadi saingan perusahaan lain seperti Nestle yang menguasai 12 persen pasar cokelat.

    WALL STREET JOURNAL | ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.