Polisi Gagalkan Valentine's Day Berdarah di Kanada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Toronto - Perayaan Valentine's Day  berdarah hampir saja terjadi di satu pusat perbelanjaan di Halifac, Nova Scotia, Kanada, kemarin, 14 Februari 2014.  Untunglah polisi Kanada sigap mencegah rencana sejumlah orang menembaki para pengunjung yang ingin merayakan Valentine's Day di Halifax.

    Polisi menangkap tiga orang yang diduga sebagai perancang aksi kekerasan itu. Ketiga tersangka ditangkap polisi secara terpisah. Seorang tersangka disebutkan melakukan aksi bunuh diri sehari sebelum melakukan aksi kekerasan setelah tahu polisi mengejarnya.  

    Tersangka lainnya bernama Lindsya Kantha Souvannarath, 23 tahun, warga Swiss tinggal di Jenewa, ditangkap di bandara Halifax . Ia terbang dari Chicago.   Sedangkan tersangka lainnya Randall Steven Shepherd, 20, warga Kanada, juga ditangkap di bandara sehari sebelum aksi penyerangan ke pusat perbelanjaan.

    Menteri Hukum dan Polisi Kanada Peter MacKay mengatakan, rencana aksi penyerangan ke pusat perbelanjaan itu bukan terkait dengan aksi terorisme.  Ketiga pelaku akan menjalani proses pengadilan pada Selasa depan.

    NEW YORK TIMES | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.