Polisi Kanada Gagalkan Pembantaian di Hari Valentine

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Andrew dari Inggris, memeriksa pasukan, saat berkunjung ke Citadel, Halifax, Nova Scotia, Kanada (24/4). Foto: REUTERS/Paul Darrow

    Pangeran Andrew dari Inggris, memeriksa pasukan, saat berkunjung ke Citadel, Halifax, Nova Scotia, Kanada (24/4). Foto: REUTERS/Paul Darrow

    TEMPO.COHalifax - Polisi Kanada mengatakan mereka telah menggagalkan rencana penembakan massal oleh sekelompok orang di Halifax, Nova Scotia, Kanada, Sabtu (14/02), tepat pada hari Valentine. Polisi Pegunungan Kanada di Nova Scotia mengatakan rencana itu dibuat seorang pria berusia 19 tahun dari kota Timberlia bersama teman wanitanya berusia 23 tahun, asal Illinois, Amerika Serikat. Selain mereka, ada dua orang lagi yang diduga terlibat.

    “Mereka punya akses senjata dan berniat pergi ke ranah publik di Halifax pada 14 Februari. Di sana mereka berencana menembaki warga, lalu bunuh diri,” kata Polisi Kanada dalam pernyataannya, Jumat, 13 Februari 2015.

    Polisi mengatakan pria asal Timberlia yang tidak disebut namanya, ditemukan telah tewas di rumahnya Jumat pagi. Wanita Amerika ditangkap bersama pria berusia 20 tahun, tanpa insiden di Bandara Internasional Halifax Stanfield.

    Polisi juga menangkap tersangka keempat, remaja laki-laki berusia 17 tahun asal Cole Harbour, di rumahnya, Jumat sore.

    “Ini sebuah kelompok individu yang berniat melakukan tindakan keji sebelum bunuh diri,” kata Asisten Komisioner Polisi Kanada Brian Brennan dalam jumpa pers.

    Polisi mengatakan, sejauh ini mereka tidak menemukan "motif terorisme" di balik rencana serangan bersenjata ini. Polisi meyakini rencana itu tidak terkait dengan terorisme, dan telah menangkap semua orang yang terkait. “Kami tidak mencari tersangka lagi terkait penyelidikan ini,” kata Brennan kepada stasiun televisi CTV News.

    Tim respons insiden kini menyelidiki kematian tersangka asal Timberlea, kota kecil di pinggiran Halifax, Provinsi Nova Scotia. Tiga tersangka lain kini dalam tahanan polisi.

    BBC | EMIRATES 24/7 | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.