Heboh, Nenek Pemberani Maki dan Ceramahi 2 Anggota ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grafis penyebaran anggota ISIS di 50 negara. (Grafis: Unay)

    Grafis penyebaran anggota ISIS di 50 negara. (Grafis: Unay)

    TEMPO.COJakarta - Seorang nenek tua pemberani di Suriah menghebohkan dunia. Nenek tua itu memanggil dua anggota milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berada di dalam mobil dengan sebutan “setan” dan menceramahi mereka agar kembali ke jalan Tuhan.

    Aksi berani nenek tua berkerudung itu muncul di video yang telah beredar di Internet. Dalam video yang dilansir Mirror, Kamis, 12 Februari 2015, nenek yang tidak diketahui identitasnya itu berdiri menantang dua anggota ISIS.

    Ketika dipanggil “setan” oleh nenek itu, keduanya tersinggung. “Nenek, apa maksud Anda? Tidak ada masalah di antara kita, kan?” tanya salah satu di antaranya dengan nada menggertak.

    Tapi si nenek itu mengabaikan pertanyaan tersebut. ”Jangan memenggal siapa pun, dan tak seorang pun akan memenggal kalian,” katanya menceramahi kedua orang itu.

    Si nenek tak berhenti memuntahkan unek-uneknya. ”Ini semua dilarang. Saya bersumpah, tidak ada tindakan kalian yang benar-benar berada di jalan Tuhan,” kata nenek tersebut. ”Tidak ada salah satu di antara kalian yang akan memenangi apa pun, baik kalian maupun Bashar (Al-Assad, Presiden Suriah, yang berjuang melawan ISIS).” 

    Tak cukup menceramahi kedua anggota ISIS itu, nenek tersebut membuang muka dan meludah. ”Ini semua membuat kita mundur. Tak ada satu pun di antara kalian yang baik. Tuhan tidak akan menghentikan rezim ini ataupun membuat kalian berhasil."

    Lantaran kesal oleh ceramah si nenek itu, salah satu anggota ISIS tersebut meminta si nenek pergi. Tapi, lagi-lagi nenek itu tidak gentar oleh gertakan mereka. Dia justru mengutuk ISIS. “Kalian hanya terus membunuh satu sama lain, seperti keledai. Negara kalian (ISIS) dikutuk,” ujarnya. Nenek itu juga mengutip dalil-dalil di Al-Quran untuk membalas gertakan anggota ISIS itu.

    MIRROR | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.