Gara-gara Kacang, Putri Bos Korean Air Dibui Setahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heather Cho (40 tahun), putri CEO maskapai Korean Air Lines, menunduk di depan media yang berkumpul di depan Kementrian Transportasi di Seoul, Korsel, 12 Desember 2014. Cho berulah di dalam pesawat karena masalah kecil dan menyebabkan pesawat terlambat berangkat 20 menit.  REUTERS/Song Eun-seok/News1

    Heather Cho (40 tahun), putri CEO maskapai Korean Air Lines, menunduk di depan media yang berkumpul di depan Kementrian Transportasi di Seoul, Korsel, 12 Desember 2014. Cho berulah di dalam pesawat karena masalah kecil dan menyebabkan pesawat terlambat berangkat 20 menit. REUTERS/Song Eun-seok/News1

    TEMPO.CO, Seoul - Sebuah pengadilan di Seoul pada hari Kamis, 12 Februari 2015 menghukum setahun penjara terhadap Cho Hyun-ah, putri bos maskapai Korean Air, karena melanggar aturan penerbangan. Wanita itu membuat heboh dunia setelah mengamuk di pesawat gara-gara minta disuguhi kacang macadamia di atas piring.

    Pengadilan mengatakan, Cho Hyun-ah bersalah karena memaksa penerbangan untuk mengubah rute. Dia juga dikenai dua tuduhan lainnya.

    “Tragedi kacang” itu terjadi pada 5 Desember 2014 di New York, saat wanita itu memerintahkan kepala pramugari menuruti permintaannya yang aneh. Dia marah ketika disuguhi kacang macadamia dalam plastik, bukan di atas piring.

    Wanita itu lantas terllibat konfrontasi sengit dengan awak kabin. Tindakan putri bos Korean Air itu dianggap melanggar aturan penerbangan yang berpotensi membahayakan banyak orang di dalam pesawat.

    Pengadilan juga menemukan bukti bahwa Hyun-ah menghalangi kapten pesawat untuk menjalankan tugasnya. Dia juga mengusir awak pesawat. Gara-gara ulahnya itu, Kementerian Transportasi setempat ikut turun tangan dalam penyelidikan.

    Hyun-ah, yang ditahan sejak 30 Desember, menyeka air matanya dan mengaku menyesal di hadapan hakim pengadilan yang dipimpin hakim Oh Seong-woo.

    Hyun-ah yang tercatat sebagai salah satu wanita terkaya di Korea Selatan mengaku merenungkan kesalahannya selama berada di penjara. ”Saya tahu kesalahan saya dan saya sangat menyesal,” kata Hyun-ah dalam suratnya, seperti dilansir Reuters.

    WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.