Perancis Tunda Kerja Sama dengan Yaman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota penjaga istana presiden Yaman terlihat mengenakan pakaian sipil saat mereka meninggalkan istana presiden dengan membawa barang-barang mereka usai kelompok pemberontak Houthi menguasai istana presiden di Sanaa, Yaman, 21 Januari 2015. REUTERS

    Sejumlah anggota penjaga istana presiden Yaman terlihat mengenakan pakaian sipil saat mereka meninggalkan istana presiden dengan membawa barang-barang mereka usai kelompok pemberontak Houthi menguasai istana presiden di Sanaa, Yaman, 21 Januari 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Sanaa-Setelah Amerika Serikat dan Inggris, kini giliran negara Barat, Prancis, menarik duta besarnya dari Sanaa, Ibu Kota Yaman, menyusul kisruh politik di negeri itu. “Prancis menarik duta besar dari Yaman dan menunda kerja sama dengan negeri itu,” ujar pejabat Prancis, Rabu, 11 Februari 2015.

    Sebelumnya, AS, pada Selasa, 10 Februari 2015, menutup kantor kedutaannya di Yaman karena alasan keamanan setelah kelompok Syiah Houthi mengambil alih kekuasaan di negeri itu pada akhir 2014. Sikap AS diikuti oleh sekutunya, Inggris.


    “Situasi keamanan di Yaman terus memburuk dalam beberapa hari terakhir ini,” ujar Tobias Ellwood, Menteri Urusan Timur Tengah. “Kami terpaksa menarik staf diplomatik dan menunda operasi kantor kedutaan besar Inggris namun sifatnya sementara.” Dia melanjutkan, “Duta besar dan staf kami telah meninggalkan Yaman pagi ini dan akan kembali ke Inggris.”


    Yaman mengalami ketidakstabilan politik dan keamanan sejak Presiden Ali Abdullah Saleh dipaksa turun gelanggang pada 2012 setelah terjadi perlawanan rakyatnya. Kini, Yaman berhadapan dengan pemberontakan al-Qaeda dan gerakan sparatis di Selatan.

    AL ARABIYA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.