Rusia-Mesir Tolak Dolar AS dalam Perdagangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moskow, Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin tampak sedang berpidato di konfrensi pers tahunan di World Trade Center 18 Desember 2014. Vladimir Putin pria kelahiran 7 Oktober 1952 ini terlahir dengan nama lengkap Vladimir Hankock Vladimirovich Putin. Dmitry Dukhanin/Kommersant/via Getty Images.

    Moskow, Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin tampak sedang berpidato di konfrensi pers tahunan di World Trade Center 18 Desember 2014. Vladimir Putin pria kelahiran 7 Oktober 1952 ini terlahir dengan nama lengkap Vladimir Hankock Vladimirovich Putin. Dmitry Dukhanin/Kommersant/via Getty Images.

    TEMPO.CO, Kairo - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Mesir Abdul Fattah el-Sisi tak akan lagi menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat dalam perdagangan bilateral. Keduanya akan tetap menggunakan mata uang nasional masing-masing.

    "Langkah ini akan membuka prospek baru bagi kerja sama perdagangan dan investasi antarnegara kita, ini juga mengurangi ketergantungan pada tren di pasar dunia," kata Putin dalam wawancara koran harian Al-Ahram.

    Wacana ini akan dibahas secara intensif dalam kunjungan Putin selama dua hari ke Mesir. Putin menilai, Mesir adalah mitra lama dan tepercaya bagi Rusia yang hubungannya terus meningkat.

    "Kita sudah menggunakan mata uang nasional untuk perdagangan dengan sejumlah CIS dan Cina. Kami siap mengadopsinya dalam hubungan dengan Mesir," kata Putin.

    Putin mengklaim volume perdagangan bilateral kedua negara telah meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Perdagangan pada 2014 bahkan meningkat lebih dari setengah dibandingkan tahun sebelumnya atau lebih dari US$ 4,5 miliar.

    Di sektor pertanian, kerja sama Rusia dan Mesir diklaim saling menguntungkan dan efektif. Mesir menjadi pembeli utama hasil gandum Rusia, sekitar 40 persen dari konsumsi dalam negeri. Sebagai gantinya, Rusia mengimpor hasil buah dan sayuran Mesir.

    Rusia mendapat sanksi larangan ekspor makanan dari Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Kanada. Di tengah situasi tersebut, Mesir menyatakan akan meningkatkan pengiriman hasil pertanian untuk Mesir hingga 30 persen.

    Menurut Kepala Departemen Pertanian Federasi Rusia Nikolay Fedorov, Mesir mengirimkan produk pertanian hingga US$ 400 juta pada 2013. Angka tersebut meningkat tajam pada semester pertama 2014 hingga US$ 460 juta.

    Selain itu, Rusia dan Mesir juga terlibat dalam kerja sama energi, manufaktur mobil, dan transportasi. Mesir juga sepakat untuk membentuk zona industri Rusia yang menjadi bagian dari proyek Terusan Suez Baru. Proyek senilai US$ 4 miliar atau setara Rp 5 triliun ini akan mempercepat lalu lintas di sepanjang jalur air.

    Saat berkunjung ke Rusia pada Agustus 2014, Al-Sisi dan Putin juga telah sepakat untuk menciptakan perdagangan besar dengan negara Uni Bea Cukai.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.