Jokowi Temui Presiden Aquino Sore Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) dan Ibu Negara menuruni pesawat kepresidenan setibanya di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 7 Februari 2015.  Twitter.com/@IrianaJokowi

    Presiden Jokowi (kanan) dan Ibu Negara menuruni pesawat kepresidenan setibanya di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 7 Februari 2015. Twitter.com/@IrianaJokowi

    TEMPO.COManila - Presiden Joko Widodo tiba di Manila, Filipina, pada kemarin sore dalam rangka kunjungan kenegaraan pertamanya di negara itu. Ditemani Ibu Negara Iriana, Jokowi mendarat di Bandara Villamor, Pasay City, setelah melawat ke Malaysia dan Brunei Darussalam.

    Jokowi disambut Wakil Presiden Filipina Jejomar Binay, yang memimpin pesta penyambutan di Bandara Villamor. Mengenakan batik, Jokowi melambaikan tangan tanpa membuat pernyataan apa pun. Sore ini, Jokowi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Filipina Benigno Aquino III untuk urusan bilateral.

    Menurut Departemen Luar Negeri Filipina, Jokowi dan Aquino akan membahas masalah yang jadi kekhawatiran bersama. “Soal pekerja, kerja sama maritim, pertahanan, perdagangan dan investasi, serta pertukaran orang,” bunyi pernyataan Deplu Filipina, seperti dilaporkan media Filipina, Rappler, Ahad, 8 Februari 2015.

    Aquino juga akan menjadi tuan rumah dalam makan malam kenegaraan. Setelah itu, Jokowi dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta pada malam hari. Kedatangan Jokowi ke Filipina bersamaan dengan permintaan resmi judicial review kasus yang melibatkan kurir narkoba Filipina. Kini, kurir tersebut bakal dijatuhi hukuman mati.

    Juru bicara Presiden Filipina, Edwin Lacierda, menuturkan kedua pemimpin akan membicarakan perdagangan narkoba. Namun Lacierda tak menjelaskan dibahas atau tidaknya kasus tersebut.

    RAPPLER | ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.