Katy Perry dan Pidato Kemanusiaan di Grammy Awards

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Katy Perry di atas panggung Grammy ke-57 di Los Angeles, 8 Februari 2015. John Shearer/Invision/AP

    Penampilan Katy Perry di atas panggung Grammy ke-57 di Los Angeles, 8 Februari 2015. John Shearer/Invision/AP

    TEMPO.COLos Angeles - Penyanyi Katy Perry tampil menghipnotis saat membawakan lagu The Brace of God dalam acara Grammy Awards ke-57 di Staples Center, Los Angeles. Dia menyanyikan lagu tersebut untuk mendukung aksi penentangan terhadap kekerasan.

    Perry membawakan lagu tersebut dengan pakaian jubah putih dan rambut diikat seperti ekor kuda. Lagu yang dibawakan Perry itu terdapat dalam album teranyarnya berjudul Prism.

    Pelantun lagu Roar tersebut bernyanyi setelah pidato kemanusiaan yang dibawakan oleh Brooke Axtell, aktivis penentang kekerasan rumah tangga, kekerasan seksual, dan perdagangan manusia. 

    "Sebuah kehormatan berkolaborasi dengan Katy Perry dalam hal ini. Dia telah membawa banyak aspek dalam penguatan kaum perempuan," ujar Axtell, seperti yang dilansir majalah People.

    Axtell merupakan korban kekerasan fisik yang pernah dilakukan kekasihnya. "Cinta yang asli bukanlah kesunyian, bukan kekerasan, dan bukan saling mempermalukan satu sama lain. Suara Anda akan menyelamatkan Anda." ujar Axtell dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin Grammy.

    Sebelum pidato oleh aktivis tersebut, video berisi sambutan dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama diputar. "Ini tidak baik. Kekerasan harus dihentikan," kata Obama dalam video tersebut.

    Dalam video itu, Obama meminta para artis yang menghadiri Grammy memberikan perhatian kepada penggemar mereka dengan berkomitmen membantu mengakhiri tindakan pelecehan seksual.

    Di akhir video, Presiden Obama menyerukan bahwa kekerasan merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi. "Para korban (wanita dan laki-laki) harus bisa melanjutkan hidup dan mimpi nya ke mana pun mereka mau," kata Obama.

    PEOPLE | CNN | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.