Jelang Imlek, Tisu Bergambar Leu Chun-ying Disita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pengunjuk rasa pro-demokrasi membawa spanduk bergambarkan Hong Kong Chief Executive Leung Chun-ying saat menuntut hak pilih universal di Hong Kong, 1 Ferbruari 2015. Pengunjuk rasa turun ke jalan setelah melakukan protes besar-besaran akhir tahun lalu. AP/Kin Cheung

    Puluhan pengunjuk rasa pro-demokrasi membawa spanduk bergambarkan Hong Kong Chief Executive Leung Chun-ying saat menuntut hak pilih universal di Hong Kong, 1 Ferbruari 2015. Pengunjuk rasa turun ke jalan setelah melakukan protes besar-besaran akhir tahun lalu. AP/Kin Cheung

    TEMPO.COBeijing - Aparat Cina di wilayah selatan telah menyita sekitar 8.000 tisu toilet dan 2.000 paket tisu yang bergambar foto kepala pemerintahan pro-Beijing di Hong Kong, Leung Chun-ying. 

    Tisu toilet itu dijual di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Shenzhen  menjelang perayaan Imlek. 

    Wakil pemimpin Partai Demokrat Hong Kong, Lo Kin-hei, mengatakan penyitaan tisu toilet itu dilakukan setelah Hong Kong diguncang aksi unjuk rasa besar-besaran yang menuntut pemilihan pemimpin Hong Kong secara bebas tanpa intervensi Beijing. 

    Para pengunjuk rasa menuding Leung Chun-ying sebagai boneka Beijing dan mendesaknya mundur dari jabatan. Namun belum ada penjelasan resmi tentang alasan penyitaan tisu toilet seharga 12.900 dolar Hong Kong.

    "Saya mengira (aparat Cina) tidak suka orang-orang mengolok-olok pejabat pemerintah, khususnya pejabat tinggi pemerintah, setelah aksi itu. Mereka menjadi lebih waspada terhadap kritik," ujar Lo Kin-hei seperti dikutip dari AP

    Tahun lalu, sekitar 4.000 rol tisu toilet bergambar Leung Chun-ying laris manis terjual di Shenzhen. Pabrik tisu toilet ini memutuskan untuk  memproduksinya lebih banyak tahun ini. 

    Muncul kekhawatiran atas keselamatan pemilik pabrik yang memproduksi tisu toilet tersebut. Pemerintah enggan menyebutkan nama pemilik pabrik itu. 

    AP | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.