Pelayan Kurang, Resto Singapura Mau Pakai Drone  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Monge, sedang mengendalikan DJI Phantom 2 drone untuk melakukan pemotretan rumah-rumah dari udara. Mark dan istrinya bekerja sebagai agen penjualan rumah, tampaknya drone telah mengubah hidup manusia dengan segala kecanggihannya, 29 April 2014. AP/Ron Johnson

    Mark Monge, sedang mengendalikan DJI Phantom 2 drone untuk melakukan pemotretan rumah-rumah dari udara. Mark dan istrinya bekerja sebagai agen penjualan rumah, tampaknya drone telah mengubah hidup manusia dengan segala kecanggihannya, 29 April 2014. AP/Ron Johnson

    TEMPO.COSingapura - Singapura mengeluh jumlah pelayan di restoran-restoran mereka kurang. Karena itu, sebuah perusahaan bernama Infinium Robotics punya ide menjadikan drone sebagai “pelayan”.

    Perusahaan tersebut mengatakan drone bisa dioperasikan tanpa pengontrol, cukup dengan menggunakan program komputer. Di sekitar restoran juga akan disediakan sensor sebagai navigator drone itu.

    Drone diperkirakan bisa mengangkut beban hingga seberat 4 pon makanan. Itu mencakup sekitar 3 liter bir, seloyang pizza, dan dua gelas wine.

    Timbre, sebuah bar musik dan restoran di Singapura, menyatakan siap menggunakan “pelayan” tersebut. Direktur Manajer Edward Chia yakin penggunaan drone akan membantu membawa makanan lebih cepat kepada pengunjung. “Ini juga memberi waktu bagi pelayan sesungguhnya untuk fokus pada pelayanan pelanggan,” UPI melaporkan pada Ahad, 8 Februari 2015.

    Jaringan restoran Timbre memang terkenal peka teknologi. Restoran mereka adalah yang pertama menggunakan iPad untuk memuat daftar menu.

    Meski demikian, ada pula pertimbangan kelemahan penggunaan drone, yaitu pelayan sesungguhnya masih perlu untuk menurunkan hidangan dari drone ketika sampai di meja. Selain itu, drone tidak bisa membersihkan meja dan mencuci piring.

    UPI | ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?