Pangeran Charles Cemas Banyak Pemuda Jadi Radikal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Charles (kedua kanan) ikut menari dengan penari lokal sebelum saat kunjungannya ke Campeche, Meksiko, 5 November 2014.  . REUTERS/British Embassy in Mexico/Handout via Reuters

    Pangeran Charles (kedua kanan) ikut menari dengan penari lokal sebelum saat kunjungannya ke Campeche, Meksiko, 5 November 2014. . REUTERS/British Embassy in Mexico/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Charles menggambarkan semakin banyaknya anak-anak muda yang menjadi radikal sebagai "menakutkan" dan menjadi salah satu "kekhawatiran yang terbesar."

    Dalam sebuah wawancara dalam program Sunday Hour di Radio 2, Pangeran Charles mengatakan tentang harapannya untuk "membangun jembatan" antara keyakinan yang berbeda.

    Pangeran Charles mengatakan :"Tentu saja, saya rasa ini merupakan suatu kekhawatiran terbesar, dan makin meluasnya (radikalisme) ini menjadi bagian yang menakutkan. "Dan terutama di sebuah negara seperti kita di mana Anda mengetahui nilai-nilai yang kami pegang.

    "Anda berpikir bahwa orang yang datang ke sini, lahir disini, bersekolah di sini, juga akan menerima nilai-nilai dan pandangan di sini."

    Putra mahkota kerajaan Inggris ini meyakini alasan dari sejumlah anak-anak muda yang menjadi radikal ini merupakan bagian dari "mencari petualangan dan gairah di usia tersebut".

    Pangeran Charles memiliki program sosial untuk memberantas radikalisasi melalui The Prince's Trust. "Apa yang saya coba lakukan selama tahun ini dengan Prince's Trust adalah untuk mencari alternatif untuk anak-anak muda dan usia remaja, dan memberikan jalur yang konstruktif kepada mereka agar dapat menyalurkan antusiame, energi, keinginan untuk bertualang.

    Dia mengatakan yang paling penting adalah membangun jembatan antar keyakinan. "Saya pikir rahasianya adalah kita harus bekerja lebih keras untuk membangun jembatan dan kami harus ingat bahwa Tuhan kita mengajarkan untuk mencintai tetangga, melakukan apa yang orang lain lakukan untuk kamu dan terus melangkah jangan mundur dan putus asa untuk terus mencoba dan membangun jembatan serta menunjukan keadilan dan kebaikan hati kepada orang lain."

    Pangeran Charles baru-baru ini berada di Yordania dalam rangka kunjungan selama enam hari di wilayah tersebut.Pangeran tiba di ibukota Amman pada Sabtu 7 Februari malam dan dijadwalkan untuk bertemu dengan Raja Abdullah II.

    BBC | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.