Anak Nakal, Coba Bawa ke Tukang Cukur Rambut Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampai sekarang kios pangkas Sawargi tetap ramai, baik oleh pelanggan baru yang rata-rata anak muda atau para bapak yang sudah cocok potong rambut di tempat ini sejak masih remaja. TEMPO/Anwar Siswadi

    Sampai sekarang kios pangkas Sawargi tetap ramai, baik oleh pelanggan baru yang rata-rata anak muda atau para bapak yang sudah cocok potong rambut di tempat ini sejak masih remaja. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah tempat pangkas rambut di Snellville, Atlanta, Amerika Serikat, memiliki solusi bagi para orang tua yang ingin mendisiplinkan anak-anak mereka. Tempat bernama A-1 Kutz tersebut memiliki produk gaya pangkas bernama Benjamin Button Special.

    Benjamin Button Special merupakan gaya potongan rambut yang mencukur bagian atas kepala dan meninggalkan bagian sisi sehingga membuat anak-anak terlihat seperti orang tua yang mengalami kebotakan.

    Russel Frederick, co-owner A-1 Kutz, mengatakan, dia menyadari gaya potongan rambut tersebut setelah mempraktekkan kepada anaknya yang berusia 12 tahun, Rushawn.

    Frederick menyatakan nilai pelajaran Rushawn naik drastis setelah ia menggunakan gaya potongan tersebut terhadap sang anak. Russel lalu menyebarkan foto-foto sebelum dan sesudah potongan rambut tersebut melalui media sosial. Beberapa orang tua telah menyatakan ketertarikan mereka.

    Menurut Fredrick, respons terhadap foto-foto tersebut umumnya positif. Kebanyakan warga menilai potongan itu merupakan hukuman yang sempurna bagi anak-anak.

    “Ada beberapa orang yang menyatakan bahwa hal ini adalah sebuah penyiksaan emosional, tapi rata-rata orang memuji. Orang tua yang membawa anak mereka kepada saya, juga memuji saya,” ujarnya seperti dikutip Oddity Central, Minggu, 8 Februari 2015. Jasa pemotongan rambut ini diberikan A-1 Kutz secara gratis tiga kali sepekan.

    ODDITY CENTRAL | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.