Sipir Terhanyut Rayuan Wanita, 28 Napi Kabur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sipir penjara yang berhasil dirayu oleh narapidana perempuan dengan menggunakan kostum polisi sehingga menyebabkan puluhan narapinada kabur di penjara Nova Mutum, Brasil. dailymail.co.uk

    Sipir penjara yang berhasil dirayu oleh narapidana perempuan dengan menggunakan kostum polisi sehingga menyebabkan puluhan narapinada kabur di penjara Nova Mutum, Brasil. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 28 orang narapidana kabur dari lembaga pemasyarakatan Nova Mutum, Cuiaba, Brasil, akibat penjaga penjara hanyut dalam rayuan beberapa perempuan cantik.

    Tiga orang perempuan yang mengenakan pakaian seksi merayu para penjaga lembaga pemasyarakatan hingga lupa daratan. Setelah termakan rayuan, tiga penjaga itu dengan mudah dilumpuhkan.

    Ketiga perempuan itu dilaporkan melumpuhkan para penjaga dengan minuman wiski yang sudah dicampur obat bius setelah meyakinkan mereka untuk ambil bagian dalam sebuah pesta tak senonoh. Pengakuan itu diperoleh penyidik kepolisian yang sebelumnya menemukan ketiga orang penjaga itu dalam kondisi telanjang dan terborgol di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.

    Polisi juga menemukan satu tas penuh pakaian dalam dan pakaian seksi yang diduga kuat dikenakan para perempuan yang melumpuhkan para penjaga. Setelah para penjaga penjara dilumpuhkan puluhan narapida dengan mudah kabur melalui pintu utama bahkan mereka membawa serta persenjataan dan amunisi milik para penjaga.

    Ketiga perempuan itu, salah satunya diyakini adalah kekasih salah satu narapidana yang kabur, tiba di lembaga pemasyarakatan itu sekitar pukul 03.00 dinihari Kamis pekan lalu, dan merayu penjaga agar diizinkan masuk untuk sekadar "ngobrol dan minum".

    Para penjaga tanpa menaruh curiga mengizinkan ketiga perempuan itu masuk dan sejenak kemudian mereka dirayu untuk meninggalkan pos jaga dan menemani para perempuan itu di kamar tidur.

    Setelah membius para perempuan itu memborgol mereka, mengambil kunci, dan membuka sel-sel di dalam lembaga pemasyarakatan itu. Demikian penjelasan kepala kepolisian setempat Angelina de Andrades Ferreira.

    "Rencana mereka adalah merayu para penjaga. Kemudian mereka memberi wiski yang sudah dibubuhi obat bius untuk melumpuhkan penjaga. Selanjutnya mereka membuka gerbang utama yang terhubung dengan sel para narapidana," ujar Angelina dalam sebuah jumpa pers.

    "Para penjaga sama sekali tak ingat apa pun sejak mereka meminum wiski itu. Seorang kami temukan tengah mabuk dan berusaha bangun. Seorang lainnya tertidur sepanjang hari dan tak bisa kami tanyai," tambah Angelina.

    Para narapidana kemudian mengambil tiga senapan, dua revolver kaliber 38, dan amunisi. Masih kata Angelina, rencana pelarian itu disusun kekasih salah seorang perempuan perayu, Bruno Amorim, 18 tahun, yang dipenjara karena percobaan pembunuhan, perampokan dan kepemilikan senjata api ilegal.

    Sejauh ini polisi sudah menangkap kembali delapan narapidana dan mereka akan didakwa memfasilitasi pembobolan penjara dan penggelapan senjata api.

    Seorang narapidana ditemukan tengah berkeliaran di pusat kota Nova Mutum dalam keadaan mabuk sambil menenteng senjata api curian. Seorang lainnya ditangkap setelah mencuri sebuah mobil pikap dari sebuah peternakan dan menabrakkannya.

    DAILY MAIL | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.