Sehari Pasca-Kudeta, Bom Meledak di Yaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok pemberontak Houthi berjaga dikawasan istana presiden Yaman yang berhasil mereka kuasai di Sanaa, Yaman, 20 Januari 2015. REUTERS

    Kelompok pemberontak Houthi berjaga dikawasan istana presiden Yaman yang berhasil mereka kuasai di Sanaa, Yaman, 20 Januari 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, SANAA—Sebuah bom dilaporkan meledak di luar kediaman resmi perdana menteri Yaman di Ibu Kota Sanaa, Sabtu 7 Februari 2015. Akibat insiden ini, tiga tentara Houthi terluka. Belum ada laporan mengenai kondisi Muhammad al-Houthi, salah satu pemimpin milisi Syiah Houthi, yang kini menempati rumah tersebut.

    Seperti dilansir Reuters, belum ada pihak yang bertanggung jawab atas inisiden tersebut. Tetapi kelompok militan Sunni Al Qaidah Semenanjung Arabia (AQAP) berada di balik serangan tersebut. Kedua kelompok sektarian ini saling berseteru untuk memperebutkan Yaman yang kini dalam kondisi rapuh semenjak pengggulingan pemerintah diktator Ali Abdullah Saleh pada 2011.

    Serangan ini semakin memanaskan situasi politik di Yaman, setelah milisi Houthi mengambil alih pemerintahan dan membubarkan parlemen Yaman pada Jumat 6 Februari. Hal ini dipicu oleh kegagalan parlemen menetapkan pemerintahan baru, sehingga terjadi kekosongan kekuasaan.

    Setelah Abd-Rabbu Mansour Hadi menyatakan mundur dari jabatan presiden pada 22 Januari lalu, Yaman tidak memiliki pemerintahan yang efektif, dan rawan akan perpecahan. Kelompok Houthi yang telah menguasai Istana Kepresidenan Yaman sejak Rabu 21 Januari, menolak semua draf resolusi perdamaian yang diajukan oleh pemerintah.

    Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak akan mengakui pemerintahan baru bentukan Houthi. PBB meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam membentuk pemerintahan baru yang diakui oleh dunia internasional. Adapun Dewan Keamanan PBB mengancam akan mengambil tindakan tegas jika pihak berteru di Yaman tidak segera bekerja sama.

    Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota pada September lalu, dan memaksa Presiden Mansour Hadi mundur dari jabatannya pada Januari lalu. Milisi dari kelompok minoritas Syiah ini sejatinya berasal dari wilayah utara Yaman. Aksi sepihak ini dilakukan karena Houthi mengklaim pemerintahan Presiden Mansour Hadi tidak mengakomodasi kepentingan mereka.

    L REUTERS | AL-JAZEERA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?